LW - 14

1013 Words

"Aku akan mencari Sersan Kenan," tegas Jenderal dingin. Membuat Panglima Sai terdiam saat dia menunduk, menatap telapak tangannya sendiri. Sang Jenderal keluar dari pintu rumah sakit ketika dia berlari dan menemukan Adonia berjalan terhuyung. Gadis itu kepayahan ketika dia melangkah. Busurnya terjatuh dan anak panah di belakang punggungnya tercecer ke atas tanah. "Adonia?" Jenderal menghampirinya. Memegang bahu sang istri saat Adonia memejamkan mata. Jenderal menunduk, mengamati luka-luka di lengan dan siku. Pakaian yang dikenakan sang istri tampak usang dan kotor. "Ledakan ini terjadi dari tempatmu?" Adonia mengangguk lemah. Dia meremas busur di atas tanah. "Aku membunuh salah satu anak buah Alterio Edzard," bisik Adonia parau. "Dia meledakkan diri. Aku—" "Jangan bicara apa pun." J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD