Kedua mata Adonia memicing tajam. Membuat Kapten Davira hampir kehilangan keseimbangan saat Adonia menyerang cepat, membuat Kapten Davira mundur beberapa langkah ke belakang, kemudian pedang terjatuh dari tangannya. "Wow!" Kapten Madava memiringkan kepala. Menatap lekat-lekat Adonia dari tempatnya berdiri. Saat dia mendekati Kapten Davira yang masih bertepuk tangan, kemudian meminta Adonia memakai busur kesayangannya untuk mencoba sekali lagi. Dengan tenang, Kapten Madava membubarkan barisannya entah apa alasannya. Dia berdiam mengamati Kapten Davira bersama Adonia yang masih beradu pedang, karena Adonia menolak memakai busurnya untuk menyerang Sang Kapten. "Kau terlihat lelah, Kapten Davira." Nada suaranya berubah. Angkuh dan penuh ancaman. Kapten Davira mendongak. Menatap datar pada

