LW - 30

3498 Words

Dokter Mei menatap Komandan Rei yang datang ke ruangannya. Meminta tolong pada dirinya untuk memeriksa luka dan dirinya. Komandan Rei merasakan nyeri pada beberapa titik tertentu. Ada beberapa tempat yang tidak bisa dia jangkau, seperti punggung misalnya. Dan dia membutuhkan bantuan untuk memeriksakan lukanya. Dokter Mei menelan ludah gugup. Tampilan Komandan Rei yang bertelanjang d**a membuat telapak tangannya berkeringat. Mereka ada di usia yang sama, dan entah mengapa Dokter Mei menatap Komandan Rei sebagai sosok pria matang yang memiliki tekad kuat dan hati yang baik. Komandan Rei mengernyit. Menemukan Dokter Mei tengah menekan kapas ke atas lukanya dan dia meringis. "Pelan-pelan." Dokter Mei mengangguk ragu. Dia menelan ludah sekali lagi, menemukan Komandan Rei memejamkan mata dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD