Sebentar lagi pagi. Dia akan sampai ke benteng pagi hari. Komandan Rei terus membulatkan tekad pada keinginannya saat dia berhasil bangun, menatap Sersan Kenan yang duduk dengan senyum tipis. "Pergilah, Komandan." Komandan Rei menggeleng. "Tidak tanpamu." Sersan Kenan menunjukkan reaksi lain. Dia terkekeh pelan. "Tugasku sudah selesai." "Kau bicara apa?" Suara Komandan Rei mulai berubah. Addi Julian kembali memasuki ruangan dengan senyum kejam. Komandan Rei belum sempat menghindar ketika Sersan Kenan melompat, melindungi tubuh Komandan Rei dan pistol penghancur yang Addi Julian curi dari militer Andara mengenai tubuh Sersan Kenan hingga terbelah menjadi dua bagian. Addi Julian mencebik puas. "Kalian semua sudah tamat." Sersan Kenan tewas di tempat. Disusul ledakan satu demi satu yan

