LW - 23

1044 Words

Militer yang mengepung mereka segera merantai besi tangan Adora tanpa ampun. Leher, kedua kaki dan bahkan tubuhnya terlilit. Adonia tersenyum mendapati tubuh saudara kembarnya tidak lagi berdaya di atas tanah. "Hukuman mati terlalu ringan untuk kejahatan kelas tinggi. Apalagi ini dirimu," Adonia mendesis. "Kau harus merasakan kesakitan dulu sebelum kau mati." Adora mendengus. Dia mendongak guna memandang Adonia lekat-lekat. Tidak ada yang berbeda dari Adonia selama dia dewasa dan tumbuh menjadi gadis matang. Sulit jika harus membedakan keduanya. Adora dan Adonia terlahir sama. Mereka kembar identik. Dengan genetika yang sama, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Jika Adora memiliki mata hijau tajam, Adonia berbanding terbalik. Manik hijau gadis itu berpendar hangat dan penuh keterbukaan. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD