Komandan Rei mengamati gadis itu sekali lagi dan akhirnya dia menyerah, dia berjalan keluar ruangan Adonia saat dirinya membawa diri ke rumah sakit di mana salah satu perawat mengatakan pasien bernomor lima belas dibunuh. Dan mayatnya ditaruh di kamar mayat oleh Panglima Sai yang menemukannya tergeletak begitu saja di koridor rumah sakit. Di kamar lain, Kapten Davira bersandar pada kepala ranjang. Bersebelahan denagan Kapten Madava yang masih memejamkan mata, tetapi tidak tertidur. "Terjadi sesuatu lagi." Kedua kelopak Kapten Madava terbuka. "Ledakan itu terasa sampai sini," bisiknya lemah. "Apa ini dari pusat komando militer?" "Aku rasa. Semoga dugaan kita meleset," sahut Kapten Davira lelah. Lelah dengan teror di Andara yang tidak berkesudahan. Kapten Madava ikut duduk bersandar pad

