LW - 26

1001 Words

Valerie memalingkan muka. Saat dia mendengar untuk pertama kalinya bahwa Adonia harus dikorbankan demi kepentingan Andara, membuatnya marah. Dan kali ini, Adonia harus mendengar kalimat yang sama. Menghancurkan hati Valerie sekali lagi. "Kalau begitu," Adonia menunduk, menatap tangannya sendiri dengan lirih. "Ambil darahku sebanyak yang kau mau." Kepala Dokter Mei menggeleng keras. Dia menolak, menolak Adonia di saat gadis itu malah memberikan senyum yang terasa menyakitkan. Membua Dokter Mei membeku karena merasa bersalah. "Dokter." "Aku tidak akan melakukannya." Adonia menghela napas. Kedua matanya menyorot kosong. "Lakukan ini demi Jenderal dan Andara. Aku tahu, kau mencintai negeri ini lebih dari dirimu sendiri. Lakukanlah." Abria Valerie menutup mulutnya sendiri. Terlebih saat D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD