Perjuangan Lisna

1432 Words

Merasa tidak membuahkan hasil. Akhirnya Lisna pun menundukkan tubuhnya di bangku trotoar yang berada di bawah pohon Ketapang Kencana, wajahnya terlihat memerah karena tersinari terik matahari, nafasnya lumayan memburu Karena dia sudah terlalu jauh berjalan. Lisna sudah kehabisan akal harus bagaimana lagi mencari keberadaan Mbah Kramat, orang-orang yang ia temui dan ia tanya tentang keadaan orang pintar itu, mereka hanya menjawab tidak tahu atau tidak kenal. "Harus bagaimana sekarang, aku sudah jauh meninggalkan kampung situ Makmur, Kalau diteruskan nanti aku susah untuk pulang, bisa-bisa aku tersesat tidak tahu arah." gumam hati Lisna sambil memijat-mijat betis yang terasa pegal. "Kenapa Mbah Kramat tidak datang lagi ke rumah, apa dia tahu kalau mas marjo tidak menyukainya. haduh....

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD