Dengan sedikit gontai dan dapat napas yang sangat memburu seperti orang yang sedang sangat kelelahan, Mbah keramat pun menundukkan tubuhnya tanpa menghiraukan tuminah dan warsiman yang terlihat sangat ketakutan, takut terjadi sesuatu dengan Mbah Kramat. Mbah Heri pun merapihkan tempat duduknya dengan bersila begitu tegap, dia mulai berkumat kamit kembali bajunya yang kotor karena tadi dia terjungkal dia tidak hiraukan, dia sangat khusyuk ketika memanjatkan doa, untuk mengusir siluman yang berada di warung Warsiman. Selesai berkumat kamit Heri pun bangkit kemudian berjalan dengan menyimpan tangannya yang direnggangkan di depan d**a seperti sedang mencari sesuatu dengan menggunakan kekuatan tangan. hari terus berputar berputar Sampai akhirnya dia terhenti di salah satu pojok warung, deng

