Duapulih dua

720 Words

Arjuanda menggeleng takjub melihat tangan putih mungil disamping kirinya. Entahlah, biasanya jika Arjuanda mengambil tangan prajuritnya untuk menyeret paksa saja mudah. Mengapa untuk menggenggam sebentar saja begitu sulit. "Om Judes tumben diem. Awas, diem diem tau tau nahan buang air besar lagi" celetuk Zasya asal Arjuanda melotot kesal "Kalo mau ngeledekin bisa gak suaranya di kecilin dikit" Zasya terkekeh geli "Jangan liatin Aya mulu om. Jatuh cinta tau rasa" bisik Zasya geli "Eh? Pede sekali ya anak kecil satu ini" Zasya tertawa pelan melihat ekspresi wajah Arjuanda. Tawa Zasya sekaligus menutupi rasa gugup, pandangan Zasya jatuh kepada Provos yang baru saja meletakan gitarnya. Zasya tersenyum tipis. Ia akan memberikan sedikit 'sayonara' mungkin, sekaligus pesan untuk Arjuanda. Za

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD