Duapilih tiga

702 Words

Zasya menghembuskan nafasnya pelan, pagi ini ia kembali di antar oleh caraka Papahnya yang lama, Sifna. Zasya sudah mempersiapkan segala hal yang akan ia jawab jika Om Tabrak menanyakan sesuatu hal kepadanya. Apapun. Bahkan tetantang perasaannya. Yaa memang sih, Zasya dan Arjuanda belum berstatus apapun, namun menjaga hati tidak salah bukan? "KAK AYA HAYO WOY NGELAMUN BAE SIRE KEUN KESAMBET TAU RASA" Zasya melotot kesal. Kenapa siiih Adiknya itu, Musa. Selalu saja seenaknya kepada diri Zasya. Namun jika mendengar apa kata teman teman Musa, tentang sikap Musa yang terkesan dingin dan cuek membuat Zasya tertawa. Dingin dan cuek? Boro boro. Mamah hanya teriak karena cacing tanah di halaman belakang saja Musa sudah panik bukan main "NGELAMUN TEROOOOS LO PIKIR PAGER SEKOLAH GAK DI TUTUP" Ji

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD