Dalam heningnya malam,Adelia tengah terjaga menunggu Ridwan yang belum pulang dari kantor. Padahal biasanya laki-laki itu sudah tiba di rumah, Adelia terjaga memaksa matanya untuk tetap terbuka demi menunggu kepulangan suaminya. Nasi dan lauk pauk yang sejak tadi ia hidangkan kini perlahan dingin dan sengaja tutupi dengan tudung makanan. Ini pertama kalinya, Ridwan pulang larut malam setelah menyandang status sebagai suami Adelia. Selama di Jakarta meski Ridwan membenci momen-momen dengan Adelia tetapi tetap pulang. Adelia : Mas kok belum sampai? Adelia beberapa kali melirik pesan yang sudah dengan cepat dibaca oleh penerimanya yang tak lain adalah suaminya itu, Ridwan Permana. Dalam kontaknya tercantum bahwa Ridwan sedang mengetik namun tak juga balasan itu dikirim kepada Adelia. M

