Suasana sore yang dipenuhi dengan senja dimana-mana, bersama sang mega yang menemani membuat langit berwarna jingga. Sampai menjelang malam, sayup-sayup cahaya bintang belum juga mau menampakkan diri di permukaan langit. Suasana semesta tidak sejalan dengan suasana hati Adelia yang sedang dirundung kekesalan pada suaminya. Seperti biasa Adelia tidak akan banyak berbicara untuk meluapkan kemarahannya. Melainkan ia akan diam seribu Bahasa, mengunci mulutnya rapat-rapat agar kata-kata mutiara yang menusuk hati setiap pendengarnya, tidak keluar begitu saja. Padahal justru diam Adelia itu menyiksa Ridwan, Adelia sangat betah dengan menyiksa Ridwan dengan sikap dinginnya. Mereka sedang duduk berdua, tetapi jiwa dan raga mereka saling mendorong untuk berjauhan. Lebih tepatnya, Adelia yang san

