Adelia menghela napas melihat Ridwan yang mondar mandir memasukkan semua barang ke bagasi mobil sampai bagian mobil bagian belakang sudah sangat penuh. Adelia benar-benar menolak untuk kepindahannya ke Yogyakarta. Ia sampai tak mau membantu Ridwan yang membawa barang-barang keperluan ke Yogyakarta. Adelia sudah mau menangis, matanya sudah berkaca-kaca, Ridwan sama sekali tidak mau mendengarkannya. Betapa terlihatnya sekarang bagaimana sikap Ridwan yang sebenarnya yang membuat Adelia benar-benar kewalahan. “Mas aku…” Ucapan Adelia terpotong begitu Ridwan hanya menggeleng keras dan menuntun Adelia untuk segera masuk ke mobil, Adelia benar-benar tak bisa berkutik ia segera masuk ke mobil. Ridwan pun segera menyalakan mesin mobil, menancap gas menuju kota yang penuh dengan budaya itu. Se

