Adelia terbangun dari dekapan Ridwan, suasana pagi hari ini tampak masih gelap meski jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Cuaca benar-benar tak mendukung untuk beraktivitas, sang fajar juga tak kunjung menampakkan diri. Ridwan dengan pelukan hangat Adelia ia masih terjaga sedangkan Adelia yang mulai mengerjapkan matanya mulai terusik dengan suara kicauan burung menandakan waktu sudah siang. Adelia bangun merenggangkan ototnya di depan jendela, ia mengikat rambutnya yang masih sepunggung itu ia melihat awan hitam yang menyelimuti langit-langit perlahan menitikkan air matanya membasahi permukaan bumi Yogyakarta. “Mas Ridwan !”Panggil Adelia duduk disamping Ridwan yang masih memejamkan mata. “Mas!”Panggil Adelia sekali lagi. Ridwan mulai terusik tidurnya, ia merenggangkan ototnya de

