"GALIH?!" brugh! Kedua bola mata Virgo dan Guntur langsung membulat menyalurkan rasa terkejut masing-masing. Terutama Virgo, laki-laki jangkung itu langsung berlari ke arah suara benda jatuh dari arah pintu tanpa menghiraukan Guntur yang masih memegang kain basah untuk mengompresnya tadi. "Astaga! Galih? Kau kenapa?" tanya Virgo lalu berjongkok, menyamakan posisi nya dengan posisi Galih yang terduduk dengan kepala menunduk. "Go, dia benar Galih?" tanya Guntur setengah berbisik yang tiba-tiba sudah ada di belakang Virgo. "Sepertinya, Kak," jawab Virgo ikut berbisik. "Tapi, err ... k-kenapa tadi dia seperti eum ...." "Hiks ...." Atensi keduanya kembali terfokus pada tubuh kecil Galih yang bergetar, laki-laki mungil itu tampak terisak sambil memeluk lututnya sendiri dengan kepala yang

