Mata kecil Galih mengerjab, mencoba mengumpulkan nyawa yang masih mengambang. Setelah sepenuhnya sadar, ia menoleh ke arah jam digital di atas nakas kecil tepat di samping tiang infus. 07 : 12 kst Setelahnya ia langsung duduk dan mencabut slang infus dengan asal, sedikit meringis saat merasakan jarum lumayan panjang itu tercabut dari kulitnya. Tak ingin berlama-lama, Galih pun menyibak selimut tebal nya dan mulai turun dari ranjang pesakitannya. "Sshh ... astaga, ternyata masih perih," desis nya saat tak sengaja menggerakkan lengan kiri dengan asal. Sambil memakai sendal, tak sengaja mata nya melihat sang kembaran yang masih tertidur pulas dengan selang di hidung bangirnya. Tak sadar, Galih mengulas senyum tipis sambil beranjak ke arah ranjang Genta. "Mungkin dia kelelahan karna tid

