chapter dua puluh dua

1289 Words

Genta cengo seketika, laki-laki yang masih menggunakan slang di hidung bangir nya itu bahkan sudah berdiri dari dudukannya karna terkejut melihat perubahan Galih. "G-galih, k-kau kenapa?" tanya Genta dengan gagap. Ayolah, siapa yang tak kaget dengan perubahan sikap Galih yang sangat tak wajar ini? Mata yang biasanya dilihat Genta selalu menatap tajam sekitarnya berubah menjadi mata yang amat imut dengan tumpukan air mata di sekitar pelupuk nya. Bibir yang biasanya nyaris tak pernah tersenyum itu kini tengah mengulum sambil mengerucut seperti menahan tangis dengan warna merah merona. Pipi tirus itu kini sudah menggelembung penuh, Genta sampai mencubiti paha nya sendiri secara tak sadar, berusaha mencari jawaban atas pertanyaan nya di dalam hati, 'Aku tak sedang bermimpi karna terlalu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD