chapter dua puluh satu

1041 Words

"ASTAGA KAK! DARAH!" Guntur langsung meneliti tubuh Galih yang ada di pangkuannya, dan seketika membulatkan mata saat melihat sesuatu berwarna merah pekat mengalir melalui jemari kurus Galih dan mengotori lantai disana. "Go, kau jaga adik kita dulu. Kakak ingin membawa Galih ke Rumah sakit," ucap Guntur lalu mulai bangkit menggendong tubuh lemah Galih. "Kau gila, Kak? Lalu Abi bagaimana? Kau ingin melewatkan pemakamannya?" tanya Virgo sambil menghambat jalan Guntur. Kini mereka bertiga sudah menjadi perhatian para pelayat tanpa ada satupun yang mengalah. "Minggirlah, Go, aku tak mungkin membiarkan dia pingsan hingga Abi di makamkan. Dia bisa mati!" desis Guntur tertahan. Virgo hanya memasang raut emosi. "Jangan karna orang asing kau melupakan adikmu kak!" pekik Virgo kalap. "Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD