Lintang memandang pisau di tangannya yang sudah berlumuran darah dan menatap Galih secara bergantian. Dan, Jleb! "Genta?" lirih Galih. "Sshhh ...." Genta mendesis saat merasakan perut nya yang tertancap sebilah pisau. Tadi seakan dapat membaca pemikiran Lintang, Genta mengambil langkah tertatih mendekati Galih dan menggantikan tubuhnya untuk melindungi tubuh penuh darah milik Galih. "Eh? Mau jadi pahlawan kesiangan, eoh?" kekeh Lintang. Telinganya masih menajam pada langkah yang semakin mendekat tapi belum terlihat. "Ahh, kau membuatku mendapat ide briliant, anak manja." Dan, Jleb! Satu tusukan kembali di dapat Genta tepat di dadanya. Mata Genta membulat dengan tubuh berada di pangkuan Galih, menahan rasa pedih dan perihnya tusukan pisau bermata tajam itu. "Aku tak ingin siapa
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


