'b******k!' Galih langsung berlari tergopoh-gopoh dari halte menuju sebrang jalan. Pemandangan apa ini? Si psikopat gila itu sepertinya benar-benar mencari keributan dengannya. Terlihat dia yang memukul punggung Galih menggunakan balok dan membopong tubuh ringkih Galih bak sebuah barang, DI DEPAN MATANYA. Dan sialnya, ia harus berlari lebih jauh karna Lintang membawa tubuh Genta dengan lari yang lumayan kencang. Galih agak kewalahan dalam berlari mengingat d**a nya yang membiru bekas pukulan Lintang tempo hari menimbulkan beberapa sengatan. "Beraninya kau melukai Genta, sialan," umpat Galih sambil berlari. Setelah berlari cukup jauh, kini berakhirlah aksi kejar-kejaran itu pada sebuah rumah kosong bertingkat tak berpenghuni yang amat lusuh. Tapi seakan terbiasa, Lintang dengan entengn

