Kinara naik ke atas tempat tidur, kemudian duduk bersila … berhadapan dengan Darrel yang duduk di pinggirannya. Menatap cowok itu dengan seksama, seolah sedang berpikir untuk memulai sebuah pembicaraan, tapi masih ragu. “Baik-baik saja, kan?” “Ya,” jawab Nara singkat. “Hanya saja aku kepikiran sesuatu.” “Hmm, apa?” mengelus pipi dia lembut. “Apa sikapku ini merupakan sikap seorang anak yang berada di jalan yang salah? Lebih tepatnya, apa aku salah bersikap begini pada orang tuaku?” “Seorang anak bisa dikatakan anak yang durhaka jika membantah ataupun melawan orang tuanya. Tapi … jika mereka masih berada di jalan yang benar. Sekarang ku tanya padamu, apa orang tuamu masih berada di jalan yang benar?” Nara menggeleng perlahan. “Yang terpenting sekarang adalah … bagaimana caranya kamu

