JAJAN

1499 Words
Tuk menjadi miliknya adalah suatu impian yang sangat besar, menjadi satu dari ribuan harapan yang aku inginkan, sekarang satu hal yang dilakukan oleh wanita yang berada di dalam kamar itu, yaitu melamun, appa lagi hal yang dia lakukan kecuali melamun dan memikirkan bagaimana nasib dan juga masa depannya. Semenjak dia mencoba untuk menjauh dan menjaga jarak dengan Miracle, saat itu juga dia banyak membagi waktu bagi kesehatan dirinya dan juga dengan kesehatan mental yang dia miliki, tidak mungkin hanya jkarena ini dirinya stress dan mengalami kegilaan yang sungguh hakiki. “Ayo, kamu tidak makan lagi?” teman di samping kamarnya datang membuka pintu, benar saja ini mengggangu konsentrasi dari Zee, dia hampir mengumpat namun sebentar dia teringat akan pesan ibunya, dia harus menjaga sikap dan juga segalanya,”arg…kenapa kamu seperti ini, selalu saja mengagetkan aku, apakah ini akan menjadi salah satu hobi yang baru kamu?” tanyanya dengan nada yang kesal dan juga wajah yang cemberut,”maafkan aku, bahkan untuk saat ini aku tidak memiliki satupun keinginan membuatmu terlihat marah,” wanita itu tertawa kemudian datang ke atas ranjang Zee. Mereka akhirnya turun ke bawah bersama-sama dan makan, setelah makan merekamencucuipiring tidak ada sama sekali isi percakapan yang terlihat begitu padat dan bermakna, namun mereka hanya tertawa, selebihnya kembali diam seribu Bahasa. Dan setelah itu mereka kembali masuk ke dalam kamar, Zee kembali melamun sembari memainkan ponselnya setelah selesai melamun, dia kira dengan seperti ini waktu akan erjalan dengan cepat namun nyatanya waktu sangatlah lam ejalan, dia bahkan muak untuk semua ini. Zee mengarah ke cermin yang berada tak jauh dari posisinya dia juga menyisir rambut sembari bernanyi-nyanyi kecil , suara pintu kembali lagi terbuka konsentrasinya terbuyar dan dia menoleh ke belakang ternyata itu adalah ibunya sendiri,”ada apa, ibu?” dia ertanya dan kembali lagi kea rah pintu untuk mendekat kea rah wanita tua yang tampak tua itu,”tidak,apakah ibu tidak boleh lagi datang ke tempatmu?” ibunya dengan wajah yang menatap kesal Zee kembali memayung-mayungkan bibirnya,”apakah ibu masih anak-anak? Aku terlihat sangatlah berdosan kalau ibu seperti ini,”ucapnya dan mereka berdua kali ini tertawa dengan pelan takut mengangu istirahat dari kedua orang yang berada di tempat seberang Zee. Sesampainya mereka berdua pergi ke luar,ini sudah malam dan kalian pastui bertnya-tanya apa maksud mereka keluar malam-malam seperti ini, dan akhirnya ternyata mereka berdua memutuskan untuk jajan, dan menghirup udara malam, hiruk pikuk yang sangat damai menjadi salah satu kedamaian bagi mereka, kaki mereka berjalan beriringan dan juga dengan badan ereka yang tampak sama, rujak, dan juga sate telah mereka makan, namun naasnya hanya makanan itu saja rasanya tidak enak, dia hanya menghabis-habiskan waktu saja.Kebetulan juga saat ini mereka sedang gajian, jadi tidak masalah bagi mereka sendiri untuk menghabiskan semua makanan itu,”ayo, ibu kita beli ini, itu dan satu agi,” dia bahkan menunjuk ke semua makanan mulai dari yang berminyak ssampai yang terlihat indah, perutnya langsung keroncongan saat melihat paha ayam itu,”wah, untung saja kita datang ibu makanan yang tersedia di tempar ini terlihat sangatlah lezat, kita harus mecicipi satu persatu,”sarannya dan menatap dengan tatapan horror kepada ibunya,ibunya mana mungkin bisa menolak permintaan dari Zee yang sangat manis dan juga imut ini. Mereka berdua cukup lama menghabiskan waktu bersam terutama untuk uang, mungkin mereka sudah sangat kenyang,, kini mereka berjalan dengan gontai melewati beberapa orang yang sedang tertawa itu, mereka terlihat seperti seorang penjahat saja. Miracle yang merasa matanya tidak bisa dipejamkan kembali lag untuk membuka gorden itu, dia menatap ke segala arah dan membayangkan wajah Vanessa, satu menit kemudian dia belum juga bisa menghapuskan nama itu, terutama untu badannya yang sangat ramping, namun dia sangat rindu pasalnya satu hari yang panjang ini mereka berdua tidak erjumpa, ini membuat suasana hati dari Miracle sedikit merasa tidak enak. Dia mulai menelususri jejak-jejak malam, ditemani dengan bintang dan juga rasa ingin bertemu dengan Vanessa, di lain sisi kali ini Vanessa tidak bisa tertidur dia bernayi-nanyi kecil sembari memainkan ponselnya, dia juga menatap kea rah foto mereka berdua yang ada di dalam ponsel Vanessa, terlihat begitu manis dan dekat, sehinggga Vanessa engan untuk tidur, dia ingin menghubungi prianya namun naasnya dia takut kalau mengangu semua aktivitas dari Miracle, maka dari itu Vanessa memutuskan untuk tidur saja, dengan tidur mungkin waktu bisa cepat pagi, dia bisa bertemu dengan orang yang dia rindukan malam ini, dia juga bisa bermain serta menghabiskan satu hari yang panjang bersama orang yang dia impikan. Arg, kali ini dia ketar-ketir karena saat ini dia ternyata tidak bisa tenang pasalnya lelaki tadi ternyata adalah pria mabuk, dia tentunya sangatlah kewalahan apalagi melihat ibunya bersama dirinya di tengah larut mala ini, Zee tidak bisa konsen dia ingin keluar dan menyesal karena keluar dari rumah. “Apa mau kalian, cepat keluar dari tempat ini, apakah kalian adalah seorang pengecut,”mungkin dengan mengatakan itu akan membuat hati Zee sedikit merasa tenang, tidak lagi gugup,”apa,”mereka semua tertawa karena mendengarkan bocah ingusan ini terlihat mengancam. “Apa, kamu kira saya hanya perempuan biasa? Ohw tidak, anda salah besar bahkan saya sama sekali adalah perempuan yang tidak kenal kebaikan,” ucapnya dan tertwa dengan gaya yang seolah berani menghadapi semua itu. Lelaki yang berada di dalam mobil, yang mendengarkan semua ancaman dari Zee tertawatidak karuan, dia merasakan geli perut yang sangatlah keterlaluan, bagaimana bisa dia tertawa seperti ini, namun satu detik kemudian wajahnya mulai memucat seiring mendengarkan bahwa lwlaki itu akan merenggut keperawanan dari Zee, sontak dia membuka sealbeath yang tadi masih dia gunakan, dan juga menatap kembali kea rah Zee, dia menutup mobil, ternyata dia tidak mau menunjukkan siapa dia di depan Zee, namun kalau sepertiini apakah di mampu menjadi seorang pria yang kompeten, apakah dia sanggup melihat wanita itu habis dalam malam ini, dia keluar salah dan lebih salah lagi kalau dia tetap beada di dalam mobil. “AHH, aku kenapa?” dia berteriak dan menggaruk kepalanya terlihat sangat frustasi,”aku harus kelar, dia hampir di makan oleh lelaki itu,”dia memutuskan melakukan hal ceroboh, hampir saja, namun dia menoleh ke belakang dan melihat ternyata ada jaket hitam serta topi dan jangan lupa untuk masker yang dia pakai. Zee takut sekali, karena saat ini dia melihat ibunya sudah sangat lemah, dia takut kalau ibunya melihat kekerasan ini, satu detik lagi lelaki itu akan mendapati tangan dan badan dari Zee, dia hanya menutup mata, namun di mana arah dari tangan itu, dia tersenyum ternyata ada seorang pahlawan di tengah mala mini, dia menatap kea rah lelaki yang sudah bertempur dengan keempat preman itu, dia juga tidak tahu lagi harus mengatakan apalagi kalau lelaki ini tidak datang. “Ampun,”ucap mereka satu persatu setelah merasakan badannya sudah kembali sadar,”pergi dan jangan pernah saya lihat kalian berada di tempat ini,” ucapnya dengan rahang yang mengeras serta tangan yang di kepal, sepertinya dia terlalu marah lihatlah wajahnya sudah memerah di balik jaket hitam yang dia kenakan. Zee tersenyum dan dia mendekat kea rah lelaki itu, dia ingin mengucapkan trimakasih namun naasanya tidak ada yang bisa dia lakukan, ketika dia melangkah lelaki itu sudah pergi sekejap mata, apakah ada hal yang bisa dia lakukan? dia kembali mendekat kea rah ibunya serta mengajak ibuny untuk puang, ini sudah pukul setengah dua belas malam. Dari kejauhan mereka tampak khawatir dan itu jelas di lihat oleh lelkaki yang sudah menarik napas di dalam mobil, pasalnya dia sudah lama tidak melakukan olahraga semacam ini, jadi sudah tentu dia merasakan kewalahan. Pagi ini telah datang Miracle tersenyum saat melihat wajah dari Vanessa yang dia buat menjadi walpapernya, dia terlihat sangatlah bahagia, segera dia menggantikan pakaiannya terlebih dahulu membersihkan tubuhnya, di depan cermin itu dia menatap badannya yang terbentuk dan saat itu juga diA MENDAPATKAN NOTIFICATIONS dari wanita yang dia inginkan, dan saat itu juga dia memakai kemeja putih tanpa membalas pesan itu. Dia kemudian sarapan, setelah selesai dia berangkat kebetulan kedua orang tuana belum juga bangun, tentu dia tidak bisa masuk sembarang ke kamar dan mengangu ketetangan dari kedua manusia yang sedang bercinta itu. Mobil yang suda siap, dan juga supir pribadi yang sudah membujka pintu kepada Miracle, kali ini menyambut tuannya, mereka akan berangkat namun ada seorang yang datang, Zee dia menyiapkan makanan untuk Miracle, sudah lama sejak kejadian itu mereka tiidak berjumpa wajah, kali ini Miracle tersenyum akhirnya dia bisa merasakan kehangatan dari Zee. “Ini tuan, kenapa Tuan malah tersenyum kepada saya,” Zee menatap tidak karuan lelaki yang juga sedang menatap dirinya, ini sungguh lucu sampai-sampai dirinya tidak bisa mengeluarkan ekspresi apapun itu,”tidak, trimakasih segera jalankan mobilnya,”untuk menghindari kegugupan yang sungguh sangat bodoh ini, akhirnya dia memutuskan untuk membuang arah pandangan dia tidak menatap saat Zee juga menatap dirinya,”mari,”ucap supir itu dengan senyum setipis daun papaya. Dan memang ini yang diinginkan oleh Zee tidak lagi saling menyapa dengan lelaki cuek dan dingin itu, tetapi apa daya hari dari seorang wanita yang sangat polos dan tidak berotak ini, dia hanya menggunakan kekuatan cinta untuk mengalahkan segalanya satu persatu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD