Benar, melupKan itu memang bisa, tetapi coba kamu pikirkan apakah untuk melupakan sesuatu yang sangat istimewa itu mudah?
Ini masih tentang dirinya siapa lagi kalua bukan lelaki dengan muka dingin,sedikit dari kemiringan wajah dari Sembilan puluh derajat, dia bahkan mirip dengan lelaki eropa, parasnya juga sangat menjanjikan, namun tidak untuk masalah lalu yang dia punya.
“apakah kamu masih ingin mempertahankan hubungan yang mungkin tidak akan bisa kembali lagi utuh ini;” bibirnya sedikit berkerut dia melihat ke depan dengan pandangan kosong.
“Jelas, aku akan menebus hal apa saja yang pernah au lakukan ,”dia terlihat sangat serius, bahkan air matanya hamper saja keluar.
Kedua manusia, yang penuh dengan dusta dan teka-teki dalam sebuah hubungan. Mempunyai ragasa masing –masing.
”I think this relathasions ini hanya akan menjadi duri di antara kita,” dia berusaha meyakinkan kepada clara agar dia segera menjauh,”Aku akan menangis, jangan buat jantung ini berdetak,”hatinya teriris saat mendengaerkan lelaki yang pernah dia hianatin seperti ini.
“Tidak dan bahkan tidak pernah terbesist dalam hatiku bahwa kamu akan melakukan hal yang becat seperti itu kepadaku,” dia berusaha untuk mematikan sambungan itu sepihak.
“Please, I know, I know,” sepertinya wanita yang bernama clara itu tidak akan pernah bisa untuk menyerahkan lelakinya kepada wanita lain,”aku harus, membalaskan dendam semua ini, rasanya tidak adil kalua hanya kamu saja yang selalu mengahkimi dan membawa diriku dalam masalah,”wajahnya yang dingin dahulu, kali ini sudah tambah dingin, entah itu tidak akan mencair.
Tidak semua masalah yang ada di dalam hidup ininya membuat Zee harus bersedih, tetapi dia sangat bersyukur, hanya melalui masalah yang dia lalui. Kakinya yang dia goyang-goyang ke kanan dan ke kiri, menandakan saat ini sedang senang.
“aku bisa gila untuk hal ini, walaupun ini mustahil, tetapi aku yakin,” dia bersih keras dengan apa yang sekarang ini berada di dalam pikirannya,”Rasa ini sangat indah dan juga sudah dalam, bagaiman aku bisa melupakan dirinya,”ternyata ini yang sedari tadi yang berada di dalam pikirannya,”aku mohon , Tuhan suatu saat nanti jadikan aku norang yang berharga, aku ungin dipandang oleh orang yang aku cintai, itu bukan masalah , bukankah begitu Tuhan?” seolah dia sedang melihat yang maha kuasa berada di sampingnya, dia tertawa lirih dan jangan lupa untuk kaki yang selalu yang selalu dia goyang-goyang.
Sosok yang tak mungkin untuk di temukan, sosok yang sangat misterius,”apakah hal yang kamu pikirkan,”lagi-lagi konsentrasinya kembali merusak hal yang dia pikirkan,”sungguh, apakah kamu ingin membunuh aku, Tuan?” nafasnya sedikitb terengah-engah dan jangan lupa tangannya memegangi dadanya yang hamper saja copot,”siapa yang menakut-nakuti dirimu,”dia bahkan juga ikut duduk di samping ZEE, rasa apa ini,”apakah dia benar berada di sampingku, jantungku hamper saja jatuh untuk kedua kalinya,”matanya kembali perlahan ke bawah, takut kalau nanti Miracle menstsp bola matanya yang sudah tersipu malu,”apakah kamu tahu, hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan bagiku, kamu tahu kenapa?”dia menunduk,”apakah saya boleh tahu kenapa Tuan selalu datang kepada saya dan mengatakan hal yang tidak masuk akal,”benarkah ternyata sosok Zee sudah berani membuka mulut, setelah sekian lama dia tahan,”tak pernah kah kau sadari, akulah yang selalu memberikan kamu makan, jadi karena itu, kamu harus mendengarkan semua keluh kesahku,”entah ini nagian dari hal untuk membalikkan kesadarannya atau tidak, namun ini sangat sakit.
“Kenapa harus aku?” dia sedang tidak waras, nada sembur saat itu sekiranya sangat cocok untuk lelaki yang kurang ajar itu,”apakah kamu tidak terima kalau saya mengatakan hal itu, atau apakah kamu ingin di pecat hanya karena semua ini?” ini pilihan yang sangat berat bagi Zee, dia hanya bisa mengalihkan pandangan, ternyata satu hari ini dia salah, satu hari ini dia terlalu banyak untuk menghayal, sehinggga diia terbangun dan sadar.
“Saya lebih baik pergi Tuan, untuk sementara ini maafkan saya yang sudah tidak sopan bertanya kepada tuhan, mengenai hal seperti itu, sekiranya permintaa maafan ini sudah cukup,”dia berdiri dan meninggalkan balkon itu.”Apakah kamu ingin saya pec__” betapa malangnya nasib Miracle untuk satu hari ini, bahjkan untuk wanita yang dia kenal sebagai babu, ternyata juga tidak menghardai dirinya juga.
Malam ini ternyata sudah sangat larut sekali, tidak ada waktu untuk bermain ponsel, di tambah wanita itu tidak mood dia memilih untuk tidur saja, mungkin ini akan lebih baik.”Mimpi buruk yang sangat mengerikan, aku menyerah untuk semua ini.”mulutnya tidak sengaja untuk mengatakan hal itu.
Dunia memang sangatlah kejam, melebihi dari segala apapun itu, tetapi ada kalanya dunia sangat baik, dia menghibur kamu saat merasa senang, dan yang pahitnya, dunia bahkan meminta kamu untuk kuat, saat semua hal yang kamu rasakan pahit, bukankah itu sedikit berlebihan?
“Rencana lain” satu hal yang keluar dari mulut seseorang yang berada pada garis pembatas yang bernuansa abu rokok itu,”entahlah tetapi untuk saat ini, rencana itulah yang sedang aku pikirkan, tidak ada hal lain,”dia menambahi”tetapi aku juga ragu, tanpa berbuat hal yang seperti itu, dia bahkan tidak akan mau kembali kepada diriku,” pikirannya sudah terpengaruhi,”apakah kamu sudah berubah, aku akan mendukung kamu, kalau hal itu benar-benar terjadi,”senyumnya tampak lebih indah dari sebelumnya,”aku akan memikirkannya untuk beberapa hari ini, kamu hanya perlu untuk menunggu dalam beberapa waktu yang akan datang, bagaimana apakah kamu bersedia untuk mrmbantu diriku?” dia mencoba untuk bertanya kepada seseorang dengan dasi hitam yang dia kenakan.”aku percaya kepadamu,”dia menambahi dan segera memandang bola mata dari wanita itu.
Sisi lain telah datang, saatnya kali ini semua berubah, tidak ada lagi malam, suara burung berkicau hadir menemani antara pagi dan juga malam. Ini baunya sudah membuat mereka bangun, aromanya yang sangat familiar, mana mungkin bisa di lupakan,”ini adalah surge yang aku inginkan,” dia tertawa tetapi masih dalam posisi yang sangat tidak bisa di defenisikaan.
Semua pekarangan sudah bersih, makanan juga sudah terhidang dengan rapi pada meja makan,hanya saja semua anggota keluarga belum ada yang baris, ini yang biasanya membuat ibu Zee sedikit malas untuk memasak, tetapi apa boleh buat dia bahkan di gaji untuk memasak di tempat ini, dia juga harus mengikuti peraturan yang ada di dalam rumah ini, entah ia suka ataupun tidak, tetapi yang pasti dia tidak ingin gajinya berubah dan berkurang,”apakah ibu suka memakai make-up sewaktu kecil?” tanyanya sangat ambigu, membuat ibu Zee tertawa kecil, mendengarkan pertanyaan konyol dari putrinya yang sudah menjelang menikah.