SEOLAH LUPA

1006 Words
Ingin rasanya mencengkram kuat apa yang menjadi miliknya, di satu sisi aku juga ingin memiliki apa yang menjadi hak dan kewajibanku. Seolah dunia telah lupa apa yang menjadi hak yang daripadaku, dan lupa apa yang menjadi kewajiban dari mereka. Tidak perlu sungkan, seolah tidak tahu apa yang akan terjadi, jika memang akan terjadi, lantas biarkan saja itu terjadi sesuai aliran dari air bukan? *** Sudah berapa kali aku berikan dia keputusan, namun tetap juga dirinya tidak mau menerima apa yang sudah kuberikan. Seolah kali ini dia benar tidak mau melihat diriku, bersama dengan pria lain, jujur untuk kali ini memang semuanya harus berjalan dengan logika, dan juga dinamika. Memang kebetulan tempatku sekarang sedang berdiri adalah tempat lelaki yang kusukai juga berdiri. Rumit bukan, tetapi aku benar seolah tidak mengenalnya, seolah tidak melihat apa yang ada disampingku serta dibelakang dan juga di depanku. Jujur ini termaksud tidak masuk akal, mencintai tetapi tidak berani mengungkapkan, ini adalah hal yang sangat tidak indah, mestinya jangan cinta itu datang seolah kehidupan ini berjalan. Tetapi aku bingung, haruskah diriku selalu seperti ini? Mataku yang tajam pengelihatannya saat itu, segera melihat mata dari Miracle yang berada di sudut tempat sana. Kalian ingin mengetahui dimana sekarang tempat kami sama-sama berpihak, saling melihat satu sama lain, tetapi naasnya seolah tidak mengenal? Tempat ini sangatlah ramai, banyak sekali wanita malam, yang berperan sebagai w****************a, dan juga banyak lelaki hidung belang yang selalu bersama dengan w****************a. Tiang penyangga, dan juga rasa haus akan malam ini telah merubah menjadi suatu kepuasan, ketika mata ini melihat dari setiap ruangan keluar wanita serta lelaki. Kalian tahu bukan? Ditambah lagi untuk saat ini suara musik DJ serta bau alkohol yang mebyerbak, sungguh sangat menghancurkan Indra penciuman ini. Apakah kalian tahu? sekarang ini banyak sekali orang yang ingin bergonta-ganti ke ruangan yang tadi aku berikan penjelasan, namun rasanya aku malu jika harus masuk ke dalam sana. Lelaki yang di depanku, seolah melirik mataku, aku tahu jelas karena saat aku melihatnya jujur dia membuang pandangan matanya. Dirinya cukup mempunyai tampan yang mempesona, bisa memikat hati dari setiap biduan wanita, serta lesung Pipit yang dia miliki jelas sangat menggoda. Namun, diriku tidak pernah bisa menerima semua ketampanan yang dia miliki sebab sekarang orang yang kucintai masih tetap berada posisinya nomor satu dihatiku. Aku menatap matanya, sungguh tetapi dia seolah tidak mengenal diriku. "Sialan." "Bisa-bisanya, Elo kayak nggak kenal gue." Habislah pertahanann gue, suara yang besar kali ini dan juga reaksi yang kukeluarkan sungguh amat berlebihan. Wajahku yang tadinya sangat mempunyai paras yang sangat ayu, jelas kali ini sangatlah ganas seperti zombie yang kehilangan matanya sebelah. Saat itu juga aku duduk sembari melihat ke kanan dan juga ke kiri, serta menyelaraskan semua pandanganku. Aku kira Miracle akan merasa, tetapi dirinya malah semakin asyikk bersama dengan wanita serta lelaki lain. Lelaki yang berada di depanku, sepertinya dia sedikit takut melihat diriku, jelas aku mengalihkan pandangan serta suasana yang terjadi saat itu. Aku mulai memangil pelayan dari bar itu, jelas semuanya melihat diriku, memang saat itu dress yang kukenakan sedikit terbuka dan sangat terlihat apa yang menjadi kepunyaan diriku. Aku menuangkan sebotol wine kedalam cangkir kami berdua, jelas sungguh ada perubahan wajah dari wajah lelaki itu. Kami berdua meminumnya secara bersama, serta saling menatap mata satu sama lain. Jika kalian mengatakan bahwa aku termaksud w****************a, kalian jahat, sungguh kalian naif, bagaiman mungkin hanya pergi ke tempat yang tidak benar, kalian mengatakan diriku tidak benar. Tapi sudahlah. Memang itu adalah kualitas dari orang yang berbeda. *** Pagi ini terasa sangat cerah, lebih cerah dari dugaanku. Sekarang bermain dengan air dan juga tawa yang mempesona, kali ini sudah melekat pada wajahku. Cipratan air itu, sungguh memegang luas bagaimana perasaanku sekarang, menaruh banyak perhatian dan juga kesederhanaan yang memiliki arti yang besar. Jujur sekarang ini entah mengetahui malu ataupun tidak malu, dengan kondisi wajahku yang cantik dan juga mempesona, kali ini aku bermain air didepan orang yang Kusuka. Ilfeel, mungkin ia. Tetapi dilihat dari bagaimana ekspresi yang dia keluarkan jelas sangat berbeda, itu membuat diriku semakin aktif dalam bermain air. Seolah caper (cari perhatian) kepada dia lelaki yang memberikan senyumnya di pagi hari ini. Dia mendekat, tanganku seolah ingin berhenti main air, tetapi dahagaku meminta untuk tidak berhenti bermain air. Gerangan dua hati yang memang tidak bisa dipersatukan lagi. Naasnya, aku salah. Sekarang dengan wajah yang suram, serta berkerut aku menyesali perbuantan dari yang hatiku katakan. Sekarang Miracle yang tadinya sudah siap akan berangkat ke kampus, kali ini dirinya harus basah karena ulah yang aku perbuat. Ini salah, membuatku harus menunduk seperti orang dan boneka yang tidak ingin mengenal siapa pemiliknya. Jelas karena saat ini aku telah tahu bahwa diriku salah, aku hanya bisa menunduk selalu. Namun aku rasa gerakan tangan itu membuatku tersadar bahwa itu benar tidak sepenuhnya kesalahanku. Aku rasa dia sedang memegang daguku, seolah mengangkat serta mencoba untuk memberikan semangat kepadaku. Aku tersenyum saat merasa bahwa sekarang tangannya yang mulus, telah melekat pada diriku, telah melekat pada hatiku, terasa mengalir begitu saja. Dilain sisi kali ini tidak terasa, satu bunga lagi telah tewas bersamaan dengan kebodohan dari kaki berdua. Miracle baru menyadari saat terasa kakinya telah direndam oleh air lagi. Miracle melihat kebawah serta tersenyum seolah dia akan membunuh diriku. Aku tersenyum memaparkan sekali lagi deretan gigi putih yang kupunya. Lesung Pipit ku terasa melebar saat itu, dan juga badanku terasa hangat. Miracle kembali lagi mencubit kedua pipiku, dengan gemesnya. Aku tidak melawan melainkan lebih memberikan pipiku kepada dirinya. Aku w************n yang berkualitas bukan? w************n yang memiliki segalanya, memiliki karakter yang luar biasa. Pantasen saja namaku secantik dan juga seelok dari artis bahkan orang cantik yang berada diluar sana. Zee Maria Anthony, nama yang indah serta semuanya dapat kugengam. Aku memiliki dirinya dan juga memiliki apa yang menjadi hakku. Bintang dan matahari juga bersinar tetapi cara mereka bersinar berbeda. Begitu juga dengan cintaku kepada Miracle. Saling mencintai bukan tentu saling memiliki. Dan juga untuk bisa menjadi lebih itu adalah suatu kesempatan bagi siapa wanita yang memilikinya. Aku beruntung menjadi seorang babu. Babu untuk lelaki yang tidak bisa kudekap.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD