Alexa melirik mobil mewah yang berhenti di sampingnya. Dia masih penasaran kenapa gigolo seperti Michael tidak takut berhubungan dengan wanita lain. Apakah tidak takut tante-tante yang memeliharanya mengetahui ini dan marah. Walau Alexa takut akan hal ini tapi akhirnya ia meminta tolong pada Michael untuk mengantarkannya ke perusahaan tempatnya bekerja.
“Tuan gigolo, walaupun aku takut seseorang yang memeliharamu tahu akan hal ini. Tapi aku tak punya pilihan lain sepertinya di sini tidak ada angkutan umum. Bisakah kamu mengantarku pergi bekerja,” ucap Alexa malu-malu.
“Gadis bodoh ini kenapa masih menganggapku sebagai gigolo yang dipelihara tante-tante kaya. Baiklah lebih baik mengerjainya saja, hehe,” gumam Michael dalam hatinya.
“Lalu apa imbalan yang aku dapat jika mengantarmu ke tempat kerja?” tanya Michael.
Alexa berkata ia mau menjadi pelayannya jika mau mengantar sampai tempat kerja. Michael menolak jika hanya menjadi pelayan karena pelayan di rumahnya sudah banyak maka ia tak menerima pelayan lagi. Alexa tidak tahu harus memberi imbalan apa kepada Michael.
“Kalau pelayanmu sudah banyak aku jadi tukang masak dirumahmu juga mau,” ucap Alexa.
“Di rumahku ada koki kelas dunia, memangnya kau bisa masak?” tanya Michael.
Alexa menyerah karena tidak tahu lagi harus berkata apalagi. Karena semua yang diajukan oleh Alexa tidak ada yang disetujui oleh Michael. Gadis itu terdiam sejenak menatap jendela sepanjang perjalanan. Ponselnya terus berbunyi itu dari atasannya yang bawel menyuruhnya cepat sampai perusahaan.
“Alexa apa kau sudah tidak mau bekerja lagi disini, gajimu akan segera di potong jika tidak datang tepat waktu,” ucap bos Alexa.
“Bos jangan pecat aku, sebentar lagi aku akan sampai,” ucap Alexa.
Bos Alexa terus mengomel karena Alexa tidak cepat datang. Ini sudah hampir jam Sembilan tapi Alexa tak kunjung sampai kantor. Michael sangat kesal teman tidurnya semalam di maki-maki sampai seperti itu oleh atasannya. Entah kenapa baru kenal semalam dan tidur bersama Michael merasa getaran aneh dalam hatinya. Ia berencana mengerjai bos tempat Alexa bekerja.
“Nona Alexa dimana kamu bekerja?” tanya Michael.
“Aku bekerja sebagai desainer di perusahan Fasyen Lolita tuan,” ucap Alexa.
Nama perusahaan itu tidak asing bagi Michael karena itu adalah milik keluarga Sanjaya orang tua Michael apakah Alexa bekerja disana. Nyonya Sanjaya begitu berani memarahi orang yang telah membuat Michael jatuh hati seperti itu, Sepertinya ia harus bertindak sekarang.
“Nona kau sudah sampai perusahaanmu,” ucap Michael.
“Kau tahu letak perusahaanku, apa kau pelanggan baju kami?” tanya Alexa heran.
Michael hanya mengangguk menandakan ia memang sering memakai pakaian merek tersebut. Jika tahu Alexa juga mendesain baju di perusahana ini mungkin Michael akan membeli setiap bulan jika ada produk keluaran baru apalagi jika tahu itu adalah desain khusus yang dibuat oleh Alexa.
“Masuklah aku akan mengantarku, jangan menolakku nona Alexa,” ajak Michael.
“Baiklah tapi apa kau yakin tidak akan mendatangkan masalah untukmu?” tanya Alexa.
Michael menggeleng ia mengikuti Alexa masuk ke perusahaannya. Benar saja nyonya Sanjaya sudah menunggu Alexa di ruangannya dan siap memakinya. Wanita itu tidak sadar ada Michael di dekatnya. Ia terus memaki Alexa yang baru saja datang.
“Kau ini sudah tahu ini jam berapa, memangnya perusahaan ini adalah milik nenek moyangmu hah?!” gertak nyonya Sanjaya.
“Maafkan aku nyonya tapi aku ada sedikit kendala,” jawab Alexa.
“Kendala apa, sudah miskin butuh kerja diberikan pekerjaan tapi malah ogah-ogahan kerja, cepat desain baju yang bagus aku ada pekerjaan khusus untukmu!” hardik nyonya Sanjaya.
Plak! Michael sangat kesal langsung menampar nyonya Sanjaya keras seorang nyonya dari keluarga bangsawan sangat tidak pantas jika melakukan semua itu. Menghina karyawan disaksisan karyawan yang lainnya. Tidak bermoral sekali sebagai seorang wanita bangsawan.
“Kau wanita yang tidak berguna, jadi seperti ini kalian bangsawan kecil memperlakukan karyawan?” tanya Michael.
“Tuan muda Michael sejak kapan anda ada disini, ini tidak seperti yang kau lihat tuan muda, karyawanku ini memang sering terlambat dan kerjanya tidak becus,” ucap nyonya Sanjaya.
Michael tidak percaya jika kerjanya tidak becus kenapa belum masuk saja harus di telpon dan dimaki-maki sepanjang jalan belum lagi di permalukan di tempat kerja seperti ini. Michael sangat kesal sekali. Ia menarik lengan tangan Alexa dan membawanya pergi, sebelum pergi Michael memperingatkan nyonya Sanjaya.
“Ingat mulai hari ini Alexa bukan lagi karyawanmu, dia adalah orangku, kelak jangan ganggu lagi dia,”ucap Michael.
“Ta-tapi tuan Michael tidak bisa sepeti itu dong,” balas nyonya Sanjaya.
Michael tidak menggubrisnya dan membawa Alexa pergi dari sana. Alexa memohon kepada Michael untuk melepasnya karena tidak pantas bersikap seperti ini. Mereka baru saja kenal harusnya tidak seperti ini.
“Tuan tolong lepaskan aku, kita baru saja kenal kau sudah menolongku tadi aku mengucapkan terima kasih, tapi aku jadi kehilangan pekerjaan,” ucap Alexa.
“Jangan khawatir kau akan tetap bisa bekerja, lalu bukankah tadi kau bilang akan memberikan aku sebuah imbalan, inilah saatnya aku memintanya,” balas Michael.
Alexa mengernyitkan dahinya memang benar tadi dia menjanjikan sebuah imbalan karena pria tampan di depannya ini mau melepaskannya dan tidak akan pernah lagi bertemu dengannya saat ini dan seterusnya. Anggap saja tidak pernah mengenal sebelumnya.
“Lalu kau ingin meminta imbalan apa tuan?” tanya Alexa.
“Aku masih memikirkan ini, bagaimana jika kau tetap disisiku?” pinta Michael.
“Maaf aku tidak bisa, lebih baik aku sekarang mencari pekerjaan baru untuk menghasilkan uang,” balas Alexa lalu pergi meninggalkan Michael.
Michael kali ini melepaskan Alexa lebih dulu, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan Alexa setelah ini. Ia yakin sekali gadis itu akan pergi mencarinya meminta bantuan karena tidak mendapatkan pekerjaan. Alexa bertemu dengan sahabatnya Nori dan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Untuk sementara Nori menawarkan pekerjaan di sebuah toko bunga. Yang penting Alexa tetap mendapatkan uang untuk biaya hidupnya sendiri.
“Terima kasih Nori jika tidak ada kamu, aku tidak tahu melakukan apa,” ucap Alexa.
“Kita adalah sahabat sudah sepantasnya melakukan hal ini.” Nori memeluk Alexa.
Hari demi hari Alexa lalui dengan bekerja sebagai pelayan di toko bunga. Ia sangat senang karena tidak ada tekanan seperti pekerjaan yang sebelumnya. Ia juga masih menggambar desain baju untuk beberapa pelanggan yang cocok dengan gambarnya yang selalu lain dari pada yang lain sebagai sampingan.
Prang! Michael membanting gelasnya karena kesal wanita yang ia harapkan akan datang memohon pertolongan karena susah mendapat pekerjaan tidak kunjung datang. Ia melampiaskan kemarahan kepada para pelayan dan pekerja yang ada di rumahnya.
“Bos kita beberapa hari ini terlihat murung dan selalu marah, sebenarnya ada apa, semenjak kepergian nona itu dia jadi berubah,” bisik pelayan satu.
“Benar andai saja nona itu kembali dan membujuk tuan muda supaya tidak marah lagi, aku akan sangat bahagia,” balas pelayan yang bersamanya.
Doni mendengar percakapan kedua pelayan itu, sepertinya memang benar, nona Alexa yang bisa menenangkan hati majikannya. Tapi dimana ia bisa menemukan Alexa gadis yang menjalani cinta satu malam dengan majikannya itu. Doni berinisiatif untuk menemukan Alexa dan membawanya kehadapan bosnya.
“Nona Alexa akhirnya saya menemukan anda,” ucap Doni yang mengagetkan Alexa.
“Ka-mu siapa ya?” tanya Alexa.
Doni mengenalkan dirinya, tidak sulit baginya untuk menemukan seseorang karena sudah biasa ia lakukan sebagai orang terlatih di dunia gelap. Ia meminta waktu kepada Alexa untuk menemui seseorang. Karena mungkin kehadirannya akan membuat hatinya tenang.
“Saya Doni asisten pribadi tuan muda Michael, nona bolehkan saya minta waktu anda sebentar?” tanya Doni dengan sikap sopan.
“Kebetulan aku sudah selesai bekerja, sebenarnya tuan ada perlu apa?” balas Alexa.