BAB 2 Sarapan Di atas Ranjang

1466 Words
Doni tersentak kaget mendengar pertanyaan dari pelayan yang menguping kamar bosnya tadi, Doni menyarankan kepada mereka untuk segera istirahat jangan mengganggu majikannya. “Jangan banyak tanya, urus saja urusan kalian sendiri, kalian lebih baik segera pergi dari sini sebelum bos marah!” jawab Doni penuh penegasan. “Baik tuan,” jawab mereka bersamaan. Di dalam kamar itu Alexa lemas saat selesai melakukan adegan panjang dengan Michael. Tubuhnya seakan melayang merasakan kenikmatan surga dunia yang baru pertama kali ia rasakan saat ini. “Tidurlah yang nyenyak,” Michael mengecup kening Alexa. “Ha-zel, aku mencintaimu,” ucap Alexa sebelum tertidur. Lagi-lagi Alexa mengingat pria bernama Hazel itu. Membuat Michael begitu kesal setelah menikmati adegan panjang menggairahkan bersama. Kenapa ia tega sekali menyebut nama pria lain di depan Michael yang telah mengambil kemurniannya. Membuat Michael ingin sekali membunuh pria itu. Kriet! Michael membuka pintu kamarnya dan mencari dimana Doni berada. Ia memerintahkannya untuk memberikan informasi terkait Alexa. “Cari tahu informasi gadis yang barusan aku bawa pulang itu, satu lagi pria bernama Hazel, aku ingin tahu sehebat apa pria itu, sehingga dalam keadaan mabukpun ia tetap teringat padanya,” ucap Michael. “Ba-baik tuan akan saya kerjakan sesuai perintah tuan,” balas Doni. Michael kembali ke kamarnya dan segera tidur disamping Alexa karena tubuhnya telah letih setelah berpacu dalam asmara bersama Alexa. Malam sudah berganti dengan pagi Alexa bangun lebih dulu dari Michael ia melihat keadaan tubuhnya yang dipenuhi tanda kepemilikan dari Michael. Alexa kaget ada seorang lelaki tampan berada di atas kasurnya. “Apa yang telah aku lakukan semalam, dan siapa pria disampingku ini?” ucap Alexa sambil memegangi kepalanya yang masih pusing. Alexa mencoba mengingat semuanya. Karena mabuk berat ia samar-samar mengingat kejadian semalam. Ia merasakan sakit di area sensitifnya. Ia tak menyangka jika kesuciannya akan di renggut oleh pria asing. “Aku harus segera pergi dari sini, anggap saja aku buang sial!” seru Alexa yang sebenarnya masih tidak terima kesucian yang ia jaga harus hilang diambil pria asing. Alexa buru-buru memakai baju dengan rapi, mencoba kabur dari kamar megah itu tapi pintunya tertutup rapat. Alexa mencoba mencari dimana kunci kamar tersebut tapi malah membangunkan Michael. “Kau mau mencoba kabur nona? Setelah semalaman menikmati tubuhku apa kamu akan pergi begitu saja?!” tanya Michael sembari memeluk Alexa. “Ah, tu-tuan gigolo aku mohon biarkan aku pergi, aku akan menafter sejumlah uang ke rekeningmu nanti!” jawab Alexa ketakutan. Michael terkekeh geli ternyata Alexa masih meyangka dia sebagai seorang gigolo. Ia memainkan rambut Alexa juga memainkan lidahnya di telinga Alexa yang membuatnya merintih kegelian. Michael terus melakukan itu lalu turun ke leher Alexa dan membuat Alexa bergeliat keenakan. “Biarkan gigolo ini memuaskanmu sebelum kamu pergi,” ucap Michael sambil terus melakukan rangsangan pada tubuh Alexa. Tampaknya ia ketagihan akibat kenikmatan semalam. “Tu-tuan tolong hentikan,” ucap Alexa mencoba melepaskan pelukan Michael. Michael semakin b*******h saat Alexa melawannya. Ia mencecap bibir Alexa lembut agar tidak banyak bicara memainkan gundukan besar miliknya lalu mendorongkan ke atas ranjang. Baju Alexa dalam sekejap sudah berantakan, bagian sensitifnya tentu saja terlihat menggairahkan di mata Michael. “Emmm … Emm …,” Alexa mencoba berbicara kemudian Michael melepas cecapannya karena ingin mendengar ia berbicara. Alexa mencoba mengatur nafas setelah berciuman dengan Michael. “Apa yang ingin kamu katakan nona?” tanya Michael sembari mengelus pipi Alexa yang merona. “Tuan, tolong lepaskan aku karena hari ini aku harus bekerja, aku janji akan menanfres uang ke rekeningmu” jawab Alexa yang masih mengira dia adalah seorang gigolo. Michael tertawa kecil dan menganggap Alexa seorang wanita yang bodoh. Bagaimana bisa dia menganggap Michael seorang gigolo padahal dia sedang berada di sebuah kamar yang mewah seperti ini, “Uang aku tak butuh uang. Bagaimana kalau kamu melayani aku dulu pagi ini?” Mendengar kata melayani membuat Alexa merinding pasalnya sekujur tubuhnya sudah penuh dengan tanda kepemilikan yang menandakan gairah liar di atas ranjang semalam sangat membara. Dengan berat hati Alexa menyetujuinya itu karena ia ingin segera bebas dari Michael. Ia mengutuk dirinya sendiri karena bisa mabuk dan bertemu dengan gigolo buas di ranjang macam Michael ini. Alexa terlihat pasrah saat satu persatu pakaiannya dilepas oleh Michael. Mereka mulai b******u pagi ini. Michael tampak menikmati setiap inchi tubuh Alexa ia menambah tanda kepemilikan yang sudah ia berikan tadi malam. Rintihan kecil yang keluar dari mulur Alexa membuatnya semakin b*******h. “Aku baru saja memulai tapi kau sudah terlihat tak sabar ingin mendapatkan lebih dari tubuhku,” ucap Michael sambil meremas kuat gunung kembar Alexa yang membuatnya berteriak nikmat. “Tuan jangan kasar padaku!” seru Alexa. Michael terkekeh kecil ia menjilat serta menghisap gunung kembar itu selayaknya bayi. Membuat Alexa bergetar seperti tersengat listrik. Tubuhnya sudah memberikan sinyal siap melakukan sesuatu yang lebih. Michael tampak menikmati penetrasinya sebelum membalik tubuh Alexa lalu memasukkan barang keras miliknya ke inti tubuh Alexa dengan posisi membelakanginya. Aahhh… Alexa merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Michael memompa barang miliknya dengan posisi seperti ini. Setelah puas ia ingin berganti gaya. Kini giliran Alexa yang berada diatas Michael membimbingnya agar bisa melakukan itu. Alexa dengan piawai melakukan itu beberapa kali ia mengeluarkan suara kenikmatan dari mulutnya. “Teruslah melakukan itu, aku masih belum puas,” ucap Michael. “Tidak tuan tolong lepaskan aku,” balas Alexa. Michael mendorong tubuh Alexa hingga tejatuh posisi terlentang di kasur. Pria itu langsung memompa lagi tubuh Alexa sampai menjerit minta ampun sekaligus merasakan kenikmatan yang tiada tara. Permainan panjang pagi ini membuat Michael sangat puas. “Terima kasih sarapan pagi ini,” bisik Michael. “Tuan kau kuat sekali, hingga membuatku lemas,” balas Alexa. Michael mengajak Alexa mandi bersama kemudian menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Alexa makan dengan lahap dan menambah porsinya. Akibat kelelahan bermain diatas kasur bersama Michael Alexa merasa lapar. “Makanlah pelan-pelan apa kau menjadi rakus karena permainanmu tadi?” ledek Michael. “Itu karena perbuatanmu bukan aku,” ucap Alexa sambil memakan sarapannya. Selesai sarapan Alexa meminta kepada Michael untuk segera melepasnya ia harus bekerja hari ini. Kalau tidak bosnya akan marah. Kalau tidak bekerja darimana ia akan membiayai hidupnya yang susah itu. “Jadi kau memohon padaku?” tanya Michael. “Iya aku memohon padamu lepaskan aku, aku sudah terlambat masuk kerja hari ini,” ucap Alexa. Michael heran kenapa perempuan ini masih ingin bekerja padahal banyak wanita ingin berada disisinya untuk kehdupan yang mewah. Sungguh menarik sekali dari tadi wanita itu ingin sekali pergi meninggalkan Vilanya yang mahal. “Kau apa tidak mau berada disisiku, tinggal di vila yang mewah ini dan hidup enak?” tanya Michael. “Tuan aku masih muda dan sehat jadi aku masih bisa bekerja, maaf aku harus segera pergi. Oh iya apa kamu mendapatkan vila ini karena menjadi simpanan tante-tante? Aku takut tante yang memeliharamu itu akan datang dan melihat aku di sini, dia akan marah,” jawab Alexa yang masih menganggap Michael adalah seorang gigolo. Alexa pergi meninggalkan ruang makan dan meminta pelayan untuk menunjukkan jalan keluar dari Vila itu. Alexa takut kalau tante-tante ataupun orang yang memelihara Michael akan datang dan membuat perhitungan karena memergoki gigolo kesayangannya sedang bersama dia. “Dari mana aku bisa mendapatkan taxi?” tanya Alexa kepada pelayan yang mengantarnya. “Di sini tidak ada taxi lewat nona, ini khawasan elit,” jawab pelayan itu. Alexa tidak percaya tidak bisa menemukan taxi di tempat seperti ini. ia memilih berjalan kaki untuk menemukan jalan besar dan menemukan angkutan menuju tempat kerja. Telepon Alexa berbunyi itu dari bos tempatnya bekerja. “Alexa kemana saja kamu, kenapa tidak kunjung datang bekerja apa kamu mau gajimu dipotong hah?” seru bosnya lewat sambungan telepon. “Aku sedikit ada masalah aku akan datang terlambat,” jawab Alexa sambil mematikan teleponnya. Michael kesal melihat Alexa pergi begitu saja lalu dia membanting gelasnya. Dia berpikir kenapa Alexa tidak mau tinggal di sisinya seperti para wanita jalang yang sengaja mendekatinya sebenarnya siapa wanita ini. Walau pertemuan mereka karena cinta satu malam tapi sepertinya Michael penasaran dengan Alexa. Doni mencoba menenangkannya kalau sampai Michael marah akan berdampak kepada yang lain juga. Jadi dia mencoba menasehati Michael untuk mengejar Alexa. “Tuan muda kenapa kau tidak mengejar nona Alexa saja, aku rasa dia akan kesulitan keluar dari komplek vila ini, jika di biarkan aku takut terjadi sesuatu kepada nona Alexa yang belum pernah datang ke sini,” ucap Doni. “Biarkan saja siapa suruh dia sok jual mahal!” seru Michael kesal. Lain di mulut lain dihati baru saja ia terlihat acuh tak acuh. Michael ternyata pergi mengambil kunci mobilnya berlari ke garasi dan melajukan mobilnya mencari Alexa. Doni mengelus dadanya karena akhirnya tuan mudanya tidak marah lagi. Tiinn … Tinnn … Michael membunyikan klaksonnya karena melihat Alexa yang masih saja berjalan kaki. “Masuklah kau mau berjalan kaki sampai tahun depan juga tidak akan mendapatkan taxi!” seru Michael sambil membukakan pintu mobil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD