Chapter 72 : Rencana buruk tak selamanya berjalan mulus

1223 Words

Regina dan Bima cepat-cepat memasuki ruang club mereka dan menutupnya dengan rapat. Mereka berdua menghela nafas dengan lega dan segera mendudukan tubuh mereka di kursi. Bima menaruh proposal dan juga data diri para anak berprestasi di atas meja. Ia mengibaskan tangannya ke arah wajahnya dan menyeka keringat yang membasahi pelipisnya. Tak dapat dipungkiri, jika apa yang mereka lakukan tadi sangat memicu detak jantung keduanya semakin cepat. The hell man, mereka itu tengah mencuri data-data para murid di sekolah, tentu saja membuat keduanya deg-deg an. Apalagi banyak pasang mata dan juga kamera cctv yang mengawasi mereka dan bisa saja keduanya tertangkap. Tetapi beruntungnya, mereka selamat dan berhasil mencuri data-dat itu dengan lancar. Yah, walaupun selama berjalan melewati beberapa si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD