Baiklah, siapa pun yang memegang bahunya sekarang, Marsha berharap bukan apapun yang membuatnya mendadak terkena serangan jantung. Akan tetapi, tetap saja rasanya Marsha ingin memarahi siapa pun yang berusaha menakutinya. Apakah dia tidak tahu rasanya dikejutkan seperti ini bisa membuatnya menjadi singa yang buas? "Lo kaget, Mar? Alamak, maapkan gue, ya, soalnya kebetulan ketemu lo di koridor tadi. Pengen nyapa, tapi penampilan lo bikin gue takut," katanya. Marsha berbalik, ternyata yang menegurnya adalah Nabila lagi. Marsha mau tidak mau memaksakan senyumnya. Sebetulnya, ia mau meluapkan kejengkelannya dibuat bulu-bulu leher auto berdiri semua. Tapi nyatanya, ia pun tidak berani buat marah sedikit pun ke Nabila. "Ya gak papa, saya maafin. Tapi jangan begitu lagi ya, emangnya kamu mau

