Lagi dan lagi, rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari menjadi gagal diakibatkan Marsha yang pergi begitu saja. Membawa pergi harapan Rey yang menguap ke langit ke tujuh. Julukan Ratu Tega akhirnya cowok itu sematkan pada gadis itu, apalagi seperti mantannya yang meninggalkannya karena berbagai macam alibi. Ransel yang sengaja ia sampirkan di bahu kanannya, langkah yang berderap cepat menuju gerbang yang terbuka lebar. Menampakkan jalan raya yang selalu lengang. Cowok berambut nyentrik itu menggaruk rambutnya, ia pulang pakai kendaraan apa? Di sini sangatlah sepi, padahal setiap hari ada jadwal yang rutin ia lakukan setelah ini. Ke mana Pak Aditya yang biasanya nongol macam jelangkung di sore yang indah ini? "Ya ampun, gue lupa kalo Pak Adit sakit dari kemarin." Rey melupakan h

