"Ah, ya sudah. Kalo kamu gak papa, sana langsung pulang aja!" Rey yang sudah dibalut perban hanya terdiam menatapnya lekat. Membuat Marsha merasa risih. "Sudah, kan? Saya mau pulang dulu." Marsha meraih ranselnya yang terbuka, kotak P3K yang entah berasal dari mana tiba-tiba ada di sana. Walaupun tebesit rasa heran dan sejuta tanya, Marsha tetap mengeluarkannya dan mengobati bekas patuk burung gagak yang menyerbu Rey beberapa saat yang lalu. "Marsha, tunggu sebentar!" Rey mencekal pergelangan tangannya, mencegah gadis itu pergi. "Ada apa lagi, sih?" Marsha mau cepat-cepat sampai ke rumah dan merebahkan tubuhnya yang terlalu penat ke ranjang empuknya. "Kamu mau ke mana?" Pertanyaan bodoh! Bukankah gadis itu sudah mengatakan kalau ia ingin pulang? Terus kenapa Rey mempertanyakan jawaba

