Chapter 20

1119 Words

"Hutan ... apa?" Di tengah-tengah kehebohan teman-teman sebus, Rey terkesiap saat Marsha mendongak. Wajahnya yang sedikit pucat karena belum pulih total terlihat pasi. "Lo gak dengar?" Marsha tidak menjawab. Rey berdecak. "Nama hutannya itu Kumiwarui, tujuan bus ini." Rey tak menyadari Marsha menoleh ke arahnya dengan tatapan mata yang memancarkan ketidakpercayaan. "Kita gak salah tempat latar jurit malamnya, kan?" Kebingungan menghiasi pikiran Rey tatkala perkataan yang tidak terpikirkan olehnya terlontar dari mulut Marsha. "Maksudnya?" Kerutan tercipta di kening Rey," jangan bilang lo belum baca lembaran yang dikeluarkan sama pihak yayasan? Kemarin gue tunjukkin kertasnya ke lo." Marsha berusaha memahami Rey yang mengoceh dan bergeming, lalu perlahan menggeleng. "Ya ampun,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD