Setelah menyempati diri untuk melihat hujan deras di luar ditambah perlakuan romantis yang dilakukan oleh Adam, Marsha langsung berlari kembali ke kamarnya. "Marsha, gue boleh ngomong sesuatu?" Adam menatapnya lekat-lekat. "Silakan, gak ada yang ngelarang, kan?" datarnya. Sejujurnya dalam hati salah tingkah. "Gue mau berkata jujur tentang pe—" "Duh, maaf, Dam. Saya dicari sama Nabila. Sampai jumpa!" Marsha memilih tidak ingin berlama-lama di bawah payung bersama cowok itu dikarenakan detak jantungnya yang seakan mau meledak di tempat serta tidak mau lupa waktu. Bisa-bisa terlalu menikmatinya dan tidak bisa tidur, maka dari itu ia mendudukkan badannya di kasurnya. Hujan yang terus membasahi atap-atap dan menciptakan suara yang berisik, terasa sejuk, membuat hati nyaman, dan tentera

