Bab 32

2140 Words

Juna membuka mata dan tersenyum melihat wajah cantik yang tampak pulas di dalam pelukannya. Pemuda itu mengusap bibir mungil yang masih terlihat membengkak. Juna meringis, sepertinya ia terlalu ganas tadi. Mengecup pelan sudut bibir Diva, Juna menoleh. Mencoba mengintip jam digital di nakas samping Diva. Masih jam empat dini hari, masih ada waktu ia untuk tidur lagi. Kalau ia bisa. Juna kembali tersenyum, mengecup beberapa kali puncak kepala Diva yang beraroma s**u. Ternyata gadis itu benar-benar menyukai s**u, satu kotak s**u ukuran satu liter dihabiskannya seorang diri tadi malam. Juna mengusap pipi gembil Diva. Ia baru sadar kalau Diva itu chubby, Diva malah lebih chubby dari Helen. Pantas saja gadis itu selalu menggerai rambutnya kakau ke sekolah, ia pasti tidak ingin pipinya yang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD