Helen merenung, memikirkan kata-kata Hilda saat mereka di perpustakaan tadi. Mungkin apa yang dikatakan Hilda benar. Mungkin saja Arsyi memang tak ingin ia kecewa, tetapi ia tetap tidak dapat membenarkan Arsyi yang membohonginya. "Cemberut terus!" Helen tersentak kaget. Pipinya dicubit oleh Juna yang tiba-tiba saja sudah duduk di kursinya. Helen berdecak kesal. Sejak dari perpustakaan tadi ia menunggu Juna tetapi pemuda itu tidak datang, dan sekarang saat ia tidak mengharapkannya Juna malah muncul. "Apaan sih?" Helen menepis tangan Juna kasar. Memukul lengan pemuda itu kuat. "Ganggu orang lagi mikir aja!" Juna mengerjap mendengar perkataan Helen? Lagi berpikir? Helen lagi berpikir? Apa Juna tidak salah dengar? Sangat hebat seorang Helena Hendrawan bisa berpikir. "Lu lagi mikir?" u

