bc

Hardiness, Dikhianati di Indonesia Ditolak di Korea

book_age16+
498
FOLLOW
3.5K
READ
arranged marriage
tomboy
CEO
boss
mxb
humorous
mystery
icy
city
stubborn
like
intro-logo
Blurb

Memergoki calon suaminya tengah berciuman mesra dengan sahabatnya, Yuara Weng melarikan diri kenegara kelahirannya, Korea.

Di saat itulah dia tahu, dia sudah memiliki Tunangan ganteng dan kaya, yang sekarang tengah menjabat sebagai CEO perusaahan besar Korea.

Tapi, Yuara yang mencoba memulai hidup baru mendapati dirinya ditolak mentah-mentah, karena lelaki itu sudah memiliki kekasih seorang artis cantik dan populer.

Di hadapi penolakan dan hubungan masa lalu yang mengikat mereka, Yuara Weng mencoba menabahkan hatinya.

Memilih jalan yang seharusnya.

chap-preview
Free preview
Pengkhianatan
Bali, Indonesia. "b******k!!!." "Sungguh tega sekali kau, Oliver Prasetyo!" Bruuk! Gadis yang mengumpat dan berteriak keras itu menarik dan menjauhkan lelaki muda yang tengah bermesraan di pantai dengan gadis lain, diikuti dengan serangan tinju yang keras dan brutal, menyerang bahkan sebelum lelaki itu sempat berfikir, tubuh jangkung lelaki itu telah terlempar ke pasir. Ketika lelaki itu menyadari apa yang sedang terjadi, pukulan lain yang lebih kejam dan tanpa ampun telah mendarat di wajahnya. "Sayang, aku bisa jelaskan," pinta Oliver Prasetyo yang bertelanjang d**a. Dia berusaha keras mempertahankan diri dari serangan membabi buta gadis agresif dan brutal itu, yang juga calon istrinya, Yuara Weng, yang nampak kesetanan. "Apa yang perlu kau jelaskan, huh? Minggu depan kita akan menikah, tapi apa yang kau lakukan sekarang?" teriak Yuara Weng, meski tubuhnya kurus, kekuatan serangan Yuara tak kalah dari seorang lelaki. Selain fakta dia rutin berlatih bela diri, dan sekarang ia begitu terstimulasi untuk melakukan kejahatan, sehingga tidak sedikitpun ia berniat menghentikan serangan itu. "Aku benar-benar buta untuk mencintaimu! Sial! Aku buta dan bodoh. b******k! Kau lelaki b******k, Oliver." Siapa yang bakal tahan melihat calon suami sendiri berada dalam pelukan panas bersama gadis lain? "Tenang, Sayang. Aku tahu aku salah, aku minta maaf. Sekarang tenanglah dulu. Kita bisa memperjelas semuanya baik-baik." Oliver Prasetyo masih mencoba menjelaskan, yang moga-moga menghentikan serangan calon istrinya yang datang bagai gelombang. Menghantamnya lagi dan lagi. Gadis yang bersama lelaki itu terkesiap melihat adegan di depannya. "Yua, Apa yang kau lakukan?" pekiknya ketika dia telah terlepas dari keterkejutan itu. "Darah. Oliver berdarah. Yuara hentikan," pekiknya panik. "Hentikan Yuara, kumohon tenanglah dulu," ulangnya lagi dengan nada memohon, dan mencengkram tangan gadis bernama Yuara itu, mencoba menghentikan gadis itu yang mungkin bakal bisa membunuh Oliver. Kepalan tangan Yuara Weng menggantung di udara, kepalanya serasa berdengung mendengar suara lembut nan akrab itu. Ketika matanya mendelik ke sumber suara, dan melihat dengan jelas siapa pemilik suara, yang juga orang yang sama telah bermesraan dengan tunangannya, hatinya serasa diremas-remas. Ia ingin berteriak histeris namun hanya air mata yang mulai jatuh bertaburan dalam diam. Bagaimana mungkin wanita selingkuhan calon suaminya adalah sahabatnya sendiri, Tania. Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin? Dunia Yuara Weng terasa runtuh dalam sekejap. Yuara mengibaskan tangan Tania dengan kasar, seolah mencoba menyingkirkan kenyataan kejam di depan matanya. Tapi apa yang ia lihat adalah kenyataan keras yang harus ia terima, dan tak mungkin bisa ia singkirkan. "Kukira kita sudah seperti keluarga Tania, apa arti semua ini? Apa arti persahabatan kita untukmu, huh? Tega sekali kau, sungguh tega kalian lakukan semua ini padaku," ujarnya Yuara dan suaranya terdengar parau ketika dia berusaha sekuat tenaga menyakinkan diri bahwa semuanya hanyalah mimpi. Semuanya hanya kebohongan. Tapi dia bahkan tidak bisa menipu dirinya sendiri! Hatinya hancur berkeping-keping. Dulu seseorang pernah mengingatkannya bahwa orang terdekat bisa menjadi musuh yang sesungguhnya, dia tidak pernah percaya, tapi sekarang kenyataan menamparnya dengan keras. Pacarnya sudah bermain serong dengan sahabatnya, terlebih lagi tanggal pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Mereka menikamnya dengan pisau di belakang punggungnya sejak lama, dan dia masih tertawa dan percaya pada mereka seperti orang bodoh. "Yuara ini salahku. Kumohon kau bisa mengerti kami saling mencintai. Aku takut menyakitimu, Yua. Aku memang egois karena menginginkan Oliver dan menginginkan persahabatan kita disaat yang sama. Kumohon Yua, jangan salahkan Oliver. Tenangkan dirimu." Dengan air mata yang berjatuhan seperti air hujan, Tania berusaha menjelaskan dan menghentikan kegilaan Yuara. Alis Yuara Weng terangkat menantang, dia benar-benar agak terpana dengan adegan di depannya. Tania yang bertindak menyedihkan sangat kontras dengan keagresifan dan kebrutalan Yuara. Wisatawan yang menoleh kearah mereka, memandang seolah-olah menyalahkan Yuara Weng. Yuara benar-benar kehilangan akal dengan semua pukulan yang dihadapinya. Meski ia tahu tindakan Tania menjebaknya, berusaha memprovokasi kemarahannya, dia masih memilih melompat ke jebakan itu. Setelah melayangkan beberapa tinju kemarahan berkecepatan cahaya, Yuara berujung dengan aksi jambak-jambakan, cakar-cakaran dan bergulat di pasir dengan si PE(ca)LAKOR, perebut (calon) suami orang. "Diam untukku! Dasar kau wanita kegatelan. Berhenti berakting menyedihkan!" teriak Yuara masih menarik rambut Tania. "Kau p*****r. Jalang! Jalang! p*****r!" Sungguh tega seorang Tania, sahabat dekatnya sendiri, teman satu apartment, satu tempat kerja, dan satu sekolah dari SMA hingga kuliah mengkhianatinya, merebut calon suaminya. Kepercayaan yang telah ia jaga telah dihancurkan, dan perjuangan panjang yang pernah ia lakukan seolah tak pernah ada artinya lagi. Diantara kesibukannya yang menggunung ia sempatkan menemani kekasihnya, menghiburnya saat dihadang masalah, mendukungnya merintis bisnis dari nol, mencari cara membuatnya tertawa dan bersabar diri menghadapi sikap kekanakan, posesif, keras kepala dan memaksa. Pernikahan mereka sudah dipersiapkan olehnya sendirian karena dia menenggang kesibukan Oliver, tapi apa balasan yang ia dapatkan? Penghianatan! Ketika penonton tidak lagi sanggup menahan adegan di depannya, mereka memisahkan dua wanita yang bertarung itu. Dan ketika Yuara melihat orang pertama yang dikhawatirkan Oliver adalah Tania, harapan terakhirnya dalam hubungan mereka benar-benar telah kandas. *** Busan, Korea Selatan. "Senang sekali bisa bersantai, juga ada kau di sampingku." Kang Tae Ri tersenyum puas tidak memandang ke arah lawan bicaranya, sebab matanya menatap takjub indah pada kota pelabuhan dan gedung-gedung pencakar langit di kota sibuk Busan. Kota yang tak pernah tidur, pikirnya. "Aku lebih senang lagi, akhirnya kau punya waktu luang khusus untukku," cetus Kim Hyun So sehingga Gadis itu menoleh kearahnya dengan tersenyum manis. Meski kekasihnya, Kim Hyun So sering mengajaknya berpesiar, tapi Kang Tae Ri selalu saja terkagum akan indahnya Busan di siang hari, lebih indah lagi pemandangan di malam hari, warna-warni kota yang sibuk. "Aku tahu pesonaku membuat siapa saja kagum," goda Kim Hyun So sambil memotong daging di piringnya. Ia dan Kang Tae Ri sudah sulit sekali bertemu. Sekali bertemu paling hanya untuk makan dan mengobrol singkat. Atau lebih tepatnya hanya Kim Hyun So yang makan. Sebab tuntutan pekerjaan Kang Tae Ri mengharuskannya menjaga agar tubuhnya tetap proposional. Terlalu kurus malah, menurut Kim Hyun So. Kang Tae Ri menyeringai kepada kekasihnya. "Minggu depan aku akan sangat sibuk sekali. Kau ingatkan drama yang diangkat dari komik online yang sangat sangat populer itu?" tanyanya mencari topik pembicaraan. "Ingat, tapi aku belum sempat menontonnya. Lain kali akan kulihat seberapa hebat kekasihku yang manja ini." Kang Tae Ri mencibir, "Minggu depan syuting terakhir. Kemungkinan aku bakalan dua kali lebih sibuk. Jadi khusus hari ini aku bebas untukmu seorang, harusnya kau bangga akan hal itu. jadi kau harus bertangungjawab." "Bertangungjawab untuk apa?" tanya Kim Hyun So. "Untuk membahagiakanku selama sehari penuh. Kita lupakan segala masalah pekerjaan kita yang melelahkan itu, hanya ada kau dan aku. Bagaimana?" saran Kang Tae Ri. Kang Tae Ri seorang artis papan atas Korea Selatan. Hubungannya dengan Kim Hyun So dijalani secara sembunyi-sembunyi selama enam tahun lebih, sebab sebuah hubungan bisa saja menghancurkan karir keartisannya yang tengah berada di puncak kepopuleran. Pertemuannya dengan pemuda tampan nan gagah itu bisa dibilang mirip dongeng. Kang Tae Ri tengah berdiri di atap gedung berlantai 32. Siap untuk melempar dirinya ke udara bebas, membiarkan tubuh kurusnya ditarik gravitasi dan berakhir berantakan. Namun, tiba-tiba Kim Hyun So memeluknya dari belakang, salah satu usaha untuk menghentikan aksi percobaan bunuh dirinya. Dalam keadaannya yang kacau balau, Kim Hyun So hadir membawa secercah cahaya serta harapan. Mendukung penuh hingga ia bisa seperti sekarang.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook