"Ayah tahu semua ini sangat mengejutkan bagimu. Tapi, sebagai ayahmu, aku mengerti akan keraguanmu. Baiklah, kita akan melakukan apapun yang kau minta" kata Lee Ki Ho.
"Aku tidak meragukannya Presdir Lee. Tapi, aku butuh kepastian untuk diriku sendiri. Kuharap tes DNA dilakukan di tiga tempat yang berbeda, dan tempat ke tiga aku yang akan melakukannya. Sebelum semuanya jelas, aku ingin tinggal di apartment saja. Aku berencana menyewa sebuah apartment" ucap Yuara acuh tak acuh.
Tapi hatinya teriris dan kesakitan, jiwanya masih menolak dengan keras kenyataan didepannya, keluarganya begitu kaya dan berpengaruh tapi membuangnya dan tak pernah menghubungi selama bertahun-tahun, dia hanya memiliki harapan dia bukan anak mereka, bukan siapapun yang berhubungan dengan kenyataan itu. Dan dia masih ingin mencapai harapan itu, walau kemungkinan gagal tercapai sangat besar.
"Kenapa kau tidak tinggal di apartment mendiang ibumu saja" cetus Kekasih ayahnya. Ada nada kesombongan dan kentara sendiri ketidaksukaan dalam cara ia berbicara. Lalu pada detik selanjutnya ia malah tersadar sendiri telah kelepasan berbicara saat Presdir Lee menatapnya dalam dan tajam.
Kening Yuara berkerut samar "Mendiang ibuku? Lalu wanita yang mengantarku tadi siapa?" tanyanya bingung.
Wanita yang dia maksud adalah Choi Jae Jeong, Istri sah ayahnya dan ibunya dalam semua dokumennya.
Lee Ki Ho dan Choi Jae Jeong adalah nama yang selalu diingat dalam ingatan menyakitkan, nama yang awalnya dia harapan akan menjemputnya, membawanya pulang dan memanjakannya seperti orang tua lain. Tapi dia semakin dia berharap, semakin harapan itu menyakitinya. Dua nama itu tidak pernah muncul dan harapan serta kerinduan telah menjadi kebencian. Dua nama itu pada akhirnya menjadi nama yang akan dia gunakan ketika melampiaskan kebenciannya, berfantasi memukul mereka ribuan bahkan ratusan kali ketika di bertarung di ring dengan orang lain.
Tapi sekarang Choi Jae Jeong ternyata bukan ibu kandungnya.
O, oh?
Fakta apa lagi setelah ini yang bakal ia hadapi? Bahwa rumah besar itu punya ruang tahanan? Atau makanan mereka yang berasal dari daging manusia?
"Kami ingin bicara empat mata" sindir Predir Lee kepada kekasihnya yang tidak sopan. Memanjakan wanita ternyata membuat mereka besar kepala. Dan dia berencana membereskannya nanti
Wanita itu mau tak mau melangkah menjauh memberikan ruang private agar dua orang yang telah lama terpisah itu untuk berbicara. Berjalan dengan sedikit menghentakkan kakinya. Walaupun begitu, baik Yuara maupun Lee Ki Ho tidak mempedulikan hal tersebut.
"Wanita yang mengantarmu tadi ibumu yang sah, dan ibu kandungmu meningal lima tahun yang lalu. Peringatan kematiannya sekitar satu bulan lagi. Berdasarkan sidang, Ibumu punya sejumlah harta yang diwariskan kepadamu, salah satunya apartment miliknya. Setelah ibumu meningal tidak ada yang menganggu apartment itu. Semuanya masih sama seperti ditinggalkan ibumu. Sekretaris Min nanti akan menjelaskan padamu" Presdir Lee berusaha keras menahan tangis didepan putrinya, matanya sudah berembun, nafasnya mulai tidak beraturan lagi.
Ia ingin memeluk putri satu-satunya itu, mencium puncak kepalanya, mengelus rambut panjangnya, mengungkapkan betapa besar kerinduan yang telah ia simpan selama bertahun-tahun tapi dilain hal, ia sudah menjadi ayah yang sangat buruk, sehingga ia merasa tidak pantas didepan putrinya sendiri.
Pernikahannya dengan Choi Jae Jeong adalah permintaan keluarga, dia tidak mau menerimanya begitupun Jae Jeong, karena dia memiliki lelaki lain di hatinya.
Setelah beberapa tahun menikah mereka tidak punya anak karena Jae Jeong tidak mau, dan dia di jebak musuh dan berdiri semalam dengan seorang wanita, Kim Myon So.
Dan Kim Myon So adalah ibu Lee Se Ra atau Yuara Weng. Kim Myon So curiga bahwa Choi Jae Jeong akan membahayakan Lee Se Ra.
Karena dimasa kecilnya Lee Se Ra sering di culik dan mengalami kecelakaan, dia memberikan Lee Se Ra pada saudara lelaki seayahnya, Xu Ming Weng, dan merekapun terlibat perjanjian dua puluh tahun.
Tapi Yuara Weng sama sekali tidak mengetahui fakta itu, sehingga ia membenci pada orang yang salah selama bertahun-tahun.
___
Yuara Weng tersenyum berterima kasih "Letakkan saja koperku di sana" katanya sopan ketika sampai di depan pintu apartment ibunya.
Setelah berdebat panjang dengan ayah kandungnya, akhirnya mereka sepakat untuk beberapa waktu Yuara hanya ingin sendiri, berusaha menyesuaikan diri dengan suasana baru yang sangat asing baginya, tapi ayahnya bersikeras Yuara harus dikawal.
Dan akhirnya mereka sepakat hanya seorang sekretaris Min yang selalu mengawal Yuara, tidak ada puluhan pengawal berjas atau puluhan pekerja yang membungkuk hormat.
Sekretaris Min mengantar Yuara dan sejak tiba di basemen hanya mengarahkan Yuara menuju apartemen mendiang ibunya, laki-laki berkacamata itu melakukan sesuai perintah tanpa ada pertanyaan atau sanggahan. "Ini" katanya sambil mengulurkan sebuah tas kertas berukuran sedang.
"Apa ini?" Gadis berkucir kuda itu tampak heran "Kurasa, aku tidak meminta apa-apa" gumamnya heran.
"Benar Nona, tapi anda mungkin akan memerlukannya. Didalamnya terdapat ponsel baru yang telah didaftarkan atas nama anda, Nona Lee Se Ra. Kartu untuk naik bus dan kereta bawah tanah, juga keperluan lain yang telah disiapkan Ayah anda. Selain itu, Jika Anda membutuhkan hal lain, saya selalu bersedia melakukannya" jelas Sekretaris Min dengan hormat dan sangat sabar.
Yuara Weng berfikir sejenak sebelum ragu-ragu menyuarakan keinginannya "Carikan aku gym terdekat yang melakukan MMA. Daftarkan aku di sana, minta seorang pelatih pribadi, dan katakan aku akan datang sabtu besok" cetusnya mantap setelahnya.
Sekretaris Min melongo tak percaya "MMA?" tanyanya.
"MMA" ulang Yuara serba-salah. Mungkinkah permintaannya terdengar aneh? "Mixed Martial Art. Jika paman tidak tahu bisa cari tahu di google. Eh, bukan. Cari di Naver atau Deum"
Sekretaris Min menutup mulutnya, mengangguk mengerti. Ia memang tahu tentang MMA, tapi tidak menyangka majikannya yang bertubuh kurus dan berhati lemah, hanya karena batal menikah ia bermenung-menung ria, sering bengong dan kehilangan nafsu hidup ini malah bakalan melakukan MMA.
Wanita mungil yang sangat berharga bagi bos besarnya tidak mungkinkan mencoba melakukan aksi bunuh diri,kan?
Mix Martial Art atau seni bela diri campuran yang memperbolehkan berbagai teknik bertarung seperti pergumulan, tendangan dan pukulan, yang mendorong petarung untuk mengkombinasikan sejumlah seni bela diri untuk melumpuhkan lawan, bagaimana bisa majikannya akan melakukannya?
"Terima kasih" kata Yuara Weng mengangguk puas.
"Jika anda butuh yang lain, anda bisa menghubungi saya dua puluh empat jam, tujuh hari dalam seminggu" tawar Sekretaris Min dengan murah hati. Tapi ia masih dilema dengan permintaan majikan barunya ini, ia bisa dihancurkan dengan sekali sentil oleh Presdir Lee jika aset berharganya walau cuma sedikit memar.
Tapi sekarang MMA? Astaga.
"Dengan senang hati" kata Yuara Weng amat senang permintaannya terkabulkan dengan sangat mudah, tidak seperti sebelum-sebelumnya, pikirnya.
Sekretaris Min yang menyadari perubahan ekspresi majikannya itu berlalu menuju tempatnya. Ia juga menyadari bahwa gadis bertubuh mungil itu seperti mendapatkan kembali semangat hidupnya.
Ada untungnya juga ia diminta kembali ke keluarga kandungnya, ia tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi menghajar seseorang di ring, pikir Yuara.
Bagaimanapun itu rumah besar dan mewah ayah kandungnya, Lee Ki Ho, kurang cocok dengan karakter Yuara yang barbar.
Ia lebih cocok dengan kediaman keluarga Xu yang bagai hutan mini, penuh dengan ratusan tanaman dan beberapa satwa kesayangan Miranda Xu. Ia bisa tiduran di rumput, atau bermain sepuasnya dengan anjing berbulu tebal yang suka sekali menjilatinya.
Tapi untuk saat ini, apartemen ibu kandungnya bukan pilihan yang buruk.
Ragu-ragu Yuara memasuki apartemen mendiang ibunya dengan menyeret kopernya. Diluar prediksinya, apartment itu sangat bersih meski ditinggalkan selama lima tahun.
Seperti menemukan oase baru, Yuara berkeliling dengan santai. Ia sendirian, bebas mau melakukan apapun. Ia langsung melepas celana jins robek-robeknya yang sempit dan melemparnya ke sandaran kursi, lalu bersenandung seperti orang gila mengikuti musik hip-hop yang disetel keras-keras dari ponselnya.
Yuara tak mampu membendung tangis untuk kesekian kalinya dalam minggu ini ketika menemukan dinding di salah satu kamar penuh dengan foto-fotonya yang ditempel di sana.
Semua fotonya kebanyakan di curi ambil. Tapi semua foto menunjukkan wajah bahagianya, tertawa tanpa beban, tidak lupa bertingkah konyol dan unik bersama teman-temannya.
Tangan yang geram langsung meninju dinding ketika salah satu foto di dinding adalah fotonya bersama seseorang yang sangat ingin ia hapus dari otaknya, Oliver Prasetyo. Ia langsung mencabut dan merobek-robek foto itu.