“Jangan merepotkan, Grandpa, kau mengerti?” Aku masih sempat untuk memperingatkan, sebelum mobil mereka pergi dari halaman rumah kami. Archer pun mengangguk mendengar himbauanku, selagi dia masih sibuk memasukkan barang-barang yang tercecer di mobil ke dalam tas ransel kesayangannya. “Jangan membuat Grandpa lelah karena kau tak mau berhenti bermain.” Sambungku lagi, raut wajahnya kini mulai terlihat berubah. Dia sedikit mengerang saat menjawabku, “Ya, Dad, I'm understand.” Kemudian, dia masih menggumam-gumam. Barangkali bosan karena aku menasehatinya sejak di dalam rumah, hingga ketika dia masuk mobil Ayahku, aku masih berdiri di sisi kaca untuk memberi banyak arahan. Tentang apa yang boleh dan tidak dia lakukan selama jauh dariku. Apalagi, ketika dia akan pergi dengan Ayahku untuk ber

