Sebagian besar halaman rumah itu dihiasi oleh bunga chives yang berwarna ungu. Ada tulip, mawar, serta lily yang Claire tanam sendiri. Juga berhampar rumput teki hijau yang nyaman untuk ditiduri anak-anaknya kala bermain di halaman rumah. Claire duduk mengamati angin yang menggoyangkan helai dedaunan. Angin-angin itu bergerak terlalu cepat dan tak terlihat, menemaninya melewati minggu demi minggu—bulan juga tahun dalam hidup. Tiga tahun berlalu dan ada banyak sekali yang berubah pada aspek-aspek kehidupannya. Domisilinya, cara berpikirnya serta pernikahannya bersama Christian. Claire tidak mungkin memaparkannya satu-satu. Yang jelas, semua itu menuntunnya kepada sebuah muara yang dinamakan tujuan hidup. Claire tak mau apa-apa lagi kecuali keluarga kecilnya yang amat berharga selalu utuh.

