"Jack, aku akan kembali besok membawa pesananku. Dan bisakah kau mencarikanku biji besi? "Tanya Athala didepan kedua laki-laki tersebut.
"Apa itu? Akan aku usahakan, asal bayarannya setimpal. "
"Carikan aku adamantium dan vibranium. Aku akan mengambilnya lusa kalau barangnya sudah ada. "Ucap Athala menyerigai lalu berjalan keluar toko.
"Dia mempunyai pesona yang mengerikan ."Bisik Jack pada tahun Anthonio yang mengangguk setuju.
"Sama dengan psikopat muda itu. "
Kini Athala dan Anthonio tengah duduk di Mansion milik Anthonio. Entah kenapa pria itu mengajaknya? Tapi ia rasa, untuk rahasia.
"Maaf nona Serena, saya mengajak anda kesini karena saya takut dengan terbongkarnya rahasia mr. Lux dan klan Zemun."
"Tidak masalah mr. An, aku tahu."
"Jadi apa benar anda ingin bergabung dan menjadi anggota Zemun? "
"Tepatnya bawahan. Hanya bawahan. Dari dulu saya sangat mengidolakan figur mafia, saya ingin mengabdikan diri saya. "Anthonio yang mendengarkan langsung terdiam cengo.
"Lalu apa yang bisa kami andalkan? Kau tau mafia itu kejam dan diincar semua aparat?"Athala hanya mengangguk.
"Aku hanya seorang hacker, tidak lebih. "
"Apa kau bisa membunuh? "
"Maaf, aku punya masalah dengan darah. "Anthonio cukup mengangguk paham. Jadi intinya dia tidak bisa memegang senjata?
"Akan saya fikirkan baik-baik, keuntungan apa yang bisa kami peroleh dengan jasa anda? "Athala memutar otaknya, ia benar-benar ingin bekerja sama dengan para mafia.
"Kalau difikir lebih lanjut, mr. Lux pasti akan menolak anda. Secara anda tidak bisa memegang senjata dan hanya seorang hacker. "
"Jangan remehkan seorang hacker mr. An. Aku memohon padamu.... Setidaknya aku mau jadi asistenmu, aku mohon.... "
"Sebenarnya lady, saya tertarik dengan ucapan anda di toko Jack tadi. Apa kau bisa membuat peledak? "Tanya Anthonio pada Athala yang saat ini terkejut karena Anthonio ini mendengarkan percakapannya.
"Em-itu masih program, berhubung dananya masih macet. Dan untuk peledak yang akan kubuat. Itu untuk aku sendiri, bukan industri serta itu program untukku sendiri. "
"Jadi kau akan meledakkan apa lady? "
"Entah, itu hobiku merakit, merancang dan membuat senjata canggih yang hanya bisa aku gunakan sendiri. "
"Kenapa begitu? Kenapa tidak kau jual? "
"Aku suka barang limited edition, aku tidak bisa membunuh. Tapi setidaknya senjataku tidak ada yang bisa mengalahkan. "Anthonio benar-benar terpesona dengan Athala. Cara berpikirnya mungkin sangat rumit. Tapi ia tidak boleh memasukkannya dalam dunia mafia, bagaimana kalau ia terluka? Maka habislah dia.
"Lady, kau tahu jadi seorang mafia itu sulit. Kau masuk dengan susah payah. Tapi kau juga akan sulit keluar setelah berkecimpung. Belum lagi banyak orang yang akan mengincarmu. Sungguh pertimbangan yang harus matang untuk merekrutmu. Belum lagi kau tidak bisa menjaga dirimu-"
"Aku tidak suka nada bicaramu. Aku memang tidak bisa membunuh, tapi aku bisa menjaga diri mr. An. Aku tidak tahu apa yang menjadi pemikiranmu untuk menimbang-nimbang. "
"Karena memang berat memasukkan seorang gadis kecil. Kami tak terlalu membutuhkan seorang hacker, karena dengan segepok uang kami bisa membayar seorang informan. "
"Akan aku tunjukan siapa hacker sebenarnya, apa kau punya waktu malam ini? Kau seorang pembunuh bayaran kan? "
"Ya lady, kenapa? "
"Jika kau bersedia Malam ini akan aku tunjukkan siapa hacker itu terlebih seorang D lady. Kita akan terbang malam ini ke Amerika Serikat. "Ucap Athala menyerigai seperti biasanya namun terlihat lebih menakutkan.
"Hah, AS?! Untuk apa kesana?!"Kejut Anthonio tak bisa disembunyikan.
"Menurutmu apa yang bisa dilakukan seorang hacker? "
"Membobol ATM, menghack CCTV, mencuri Chip, membajak, mengcopy-"
"Itu saja? "Potong Athala diangguki lawan bicaranya.
"Kita pergi ke AS bukan membobol ATM, tapi menggemparkan dunia, kita akan mendapatkan gepok-gepok uang, dan juga incaran semua orang dibelahan dunia. Kau mau? "Tanya Athala sambil menaik turunkan alisnya, sedangkan Anthonio nampak menyerngitkan keningnya bingung. Sebenarnya gadis ini mau apa?
"Apa yang akan kita lakukan, mencuri berlian eh? "Tanya Anthonio memastikan. Athala hanya menggeleng dan menyeringai. Ia berjalan mengelilingi ruangan Anthonio.