Its Show Time

662 Words
Anthonio terkejut dengan nada bicara Athala yang riang. Ia menatap Athala sebentar lalu kembali fokus pada Helikopternya. "Emm.. Mungkin 15 menit lagi kita akan mendarat. "Ucap Anthonio sedikit kelabakan. "Hahaha, it's show time... "Ucap Athala terkikik hingga membuat Anthonio terheran. "Kau bawa senjata apa, mr. An? "Tanya Athala gembira memecah keheningan diantara suasana awkward yang sudah ia ciptakan. "Hanya pistol, tapi sudah kuisi penuh peluru. "Ucap Anthonio sambil mengeluarkan pistol andalannya dibalik jaket hitamnya. "Waw, desert eagle ya. Sekali tembak bukan hanya menembus tapi juga bisa meledak bukan? Kau punya peredamnya? " "Punya, aku membawanya. " "Hmm, sayang sekali kita tidak akan menggunakannya. "Ucap Athala sambil tersenyum simpul penuh arti. "Kenapa begitu ?" “Karena misi kita tidak akan ada senjata. Hanya tangan kosong, kau pembunuh bayaran kan? Membunuh untuk uang. Dan aku bukan menawarimu untuk membunuh, hanya teman untuk mencuri. " Anthonio yang sempat oleng mengoperasikan Helikopternya mendengar ucapan tergila. Bagaimana bisa tempat berisikan aparat keamanan tanpa memegang senjata? "Bagaimana mungkin lady? Itu mustahil disana akan banyak orang yang menjaga. " "Aku tahu, kita lewat belakang. Aku akan memasang aromaterapi diluar saat kita membobol masuk dan didalam percetakan uang. Jadi kita tidak usah membuang tenaga untuk membunuh. " "Karena mereka akan tertidur eh? "Potong Anthonio digelengi Athala. "Mereka akan langsung mati, BODOH! aromaterapi yang aku beli itu racun bunga paling mematikan didunia. "Tawa pecah Athala sambil menepuk jidatnya. Anthonio sekali lagi hanya melongo memandang gadis culun dihadapannya. Kini Anthonio mendaratkan Helikopternya dibawah dan seketika disergap beberapa keamanan yang berada di percetakan. Athala menyeringai menatap puluhan orang siap mengepungnya. Ia segera melemparkan aromaterapi dibelakangnya lalu dengan cepat aroma itu menyebar diantara ketegangan. Semua orang yang sedang mengendus aroma Wangi tak sadarkan diri dalam sekejab dan membuat Athala dan Anthonio masuk ke percetakan dengan mudahnya. "Lady, aku tidak bisa mengira beberapa banyak CCTV yang terpasang disini. " "Tenanglah... Kau kira kau ini sedang bersama siapa? Aku sudah menghack seluruh CCTV dikota ini, bukan hanya percetakan bahkan sampai CCTV jalanan. "Ucap Athala sekali lagi tertawa dan menepuk jidatnya. Lain dengan Anthonio yang sudah megap-megap tak karuan mendengar penuturan gadis didepannya. Sungguh perbuatan nekat ini sudah sangat diperhitungkan matang-matang. Suatu kesalahan jika Athala tidak segera direkturnya. "Kalau begitu boleh aku melepas marker ini? Sungguh udara tak bisa masuk ke hidungku. "Athala mengangguk mengiyakan tanpa melepas maskernya. "Jangan dibuang, kain yang kubuat khusus campuran Kevlar anti peluru. Harganya sangat mahal. "Anthonio kembali menganga sambil melepaskan maskernya. Pantas saja maskernya sangat aneh dan pengap. Toh, peluru saja tidak akan tembus. "Lady, aku mulai takut. Sebenarnya kau ini apa dari masa depan? Otakmu sangat jenius. "Athala yang mendengar ucapan Anthonio membuatnya tertawa geli. IQnya saja standart. "Bodoh! Kurangi menonton film seperti itu okay, aku bukan dari masa depan ataupun planet lain."ucap Athala yang sudah meredakan tawanya. "Sudah jangan banyak bicara, aku tidak suka banyak bicara. Sekarang bantu aku masuk kedalam percetakan untuk mengambil sampel dollar itu. " “Apa yang bisa aku lakukan? " "Pancing mereka agar berkumpul menjadi satu, lalu akan aku buat mereka semua tertidur. " Anthonio mengangguk dan memulai aksinya. Satu demi satu mengepungnya, semua yang berasal dari dalam langsung keluar menghadapinya. Athala dengan cekatan melemparkan aromaterapi dan seketika aroma Wangi menyeruak membuat semua yang ada tak sadarkan diri. Anthonio dengan sigap memakai maskernya kembali dan mengikuti Athala untuk masuk ke percetakan. Mereka melihat sampel dollar yang tertancap logam berat hingga membuat cap dollar tersebut menempel sempurna. Athala segera memulai aksinya dengan mengeluarkan gagang pedangnya. "Show time. "Ucapnya yang kini sudah berdiri dihadapan sampel 100 dollar. Sinar laser sepanjang 60 cm tengah menyala menyambung kegagang layaknya pedang. Anthonio benar-benar menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lightsaber, senjata yang hanya ada di film action kini telah berada dihadapannya.Pedang itu sudah memutus semua cap dollar kertas maupun koin logam. Kini Athala sudah memegang cap-cap dollar itu dan berjalan menuju Anthonio yang berdiri mematung. Lightsaber milik Athala memutus baja-baja itu dengan sangat mudah. Cahayanya yang begitu terang dan memukau mata, kini sudah hilang dan kembali kewujud gagang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD