"Kau mau jadi salah satu patung disini atau pulang. Ini sudah tengah malam, tradisi di Negaraku tidak mengizinkan seorang gadis pulang larut malam. "Ucap Athala ketus dan pergi menuju halaman tempat Helikopter itu mendarat.
Anthonio dengan sigap mengoperasikan helikopternya dan dengan cepat pergi menuju Paris sesegera mungkin.
"La-lady-"mulut Anthonio serasa kering untuk berbicara. Sedangkan gadis disampingnya tengah mengelus-elus cap dollar dengan bahagia.
"So? "Tanggap Athala menaik turunkan alisnya. Ia mengulurkan kartu nama beserta alamat Mansionnya.
"Jangan beritahu bosmu kalau kau ragu. Pertimbangkan dengan baik, jangan sampai suatu saat kau akan menyesal jika aku berhadapan denganmu nantinya."
"Maukah kau bergabung dengan kami. "Ucap Anthonio cepat disenyumi Athala.
"Apa yang menjadikan keputusanmu itu? "Tanya Athala serius dengan rautnya seperti biasa.
"Itu tadi sa...... Ngat MENYENANGKAN....... "teriak Anthonio diudara tanpa memperdulikan Athala yang terkekeh melihatnya.
"Kau tahu rasanya campur aduk, tidak pernah aku merasakan pengalaman sebegitu menyenangkannya. Terimakasih lady, kau sudah mau menawarkan jasamu padaku.”
"Sama-sama mr. An, aku bekerja untuk senang -senang. "
"Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja An, aku masih cukup muda. "Kali ini disambut senyum geli Athala.
"Jadi mulai hari ini aku asistenmu? "
"Bukan, teman. Kita bukan hanya sekedar atasan dan asisten, kita teman. "Ucap Anthonio hingga membuat Athala merangkulnya.
Athala yang sudah berdandan rapi dikamarnya. Ia memakai softlensnya dan memakai wig berwarna coklat yang panjangnya seleher atau biasa disebut potongan bob.
"Thal, ada tamu nyariin tuh. Berjas lagi, tamvan. "Ucap Fafa mengetuk pintu kamarnya. Ia terkejut mendapati potongan rambut Athala yang membuat gadis itu imut.
"Whahahaha....lucu banget lo sumpah. "Tawa Fafa sambil memegang perutnya namun hanya dipeletoti Athala.
Ia cukup tahan dengan gatal wig yang dipakainya, ia sama sekali tak terbiasa namun mau bagai mana lagi, kalau ia memperlihatkan rambut pirangnya maka dengan mudah identitasnya terbongkar. Pagi ini sudah banyak berita yang tersebar diseluruh dunia. Sampel uang dollar dipercetakan telah dicuri dan tanpa tersisa barang bukti maupun saksi mata yang melihat.
Aksinya begitu mulus hingga pemerintah yang awalnya lengah kini sudah mengerahkan pasukan khususnya untuk menangkap pencuri yang dikabarkan berjumlah banyak. Athala yang pagi tadi baru diantar mobil Anthonio menghilangkan rasa kantuk dan penatnya demi melihat siaran TV pagi-pagi. Ia menyerigai menatap meja rias dan menghadap temannya.
"Suruh ia masuk keruang kerjaku, Fa. Minta dia untuk menunggu. Aku belum makan sejak kemarin malam. Aku lapar."Fafa mengangguk dan pergi meninggalkan Athala yang juga bergegas menuruni tangga untuk sarapan.
Tak lama ia menghampiri Anthonio yang sedang merekahkan senyumnya. Athala memesan pada Fafa untuk tidak mengganggunya saat bekerja sama dengan Anthonio. Ia juga sudah memasang peredam suara di tempat-tempat privasi rumahnya seperti ruang kerja dan kamar.
"Pagi An, sudah sarapan? Bagaimana tidurmu? "Tanya Athala sambil berjalan mendekati kursi kebesarannya. Sedangkan Anthonio yang tengah terperanjat dengan model rambut baru Athala.
"Baik, aku tidak bisa tidur semalam. Kau tahu semua orang dibelahan dunia mencari kita. Apa itu sebabnya kau merubah penampilanmu, yang mana rambut aslimu? Yang pirang atau yang ini?"
"Hmm, bodoh. Bagaimana bisa menangkap kalau wajahnya tidak diketahui. Ini wig, rasanya sangat gatal dan sungguh menyiksa."Sergah Athala yang sudah duduk membaca surat kabar.
"Aku sudah membuat keputusan kemarin, tapi aku ragu dengan mr. Lux. "
"Jangan difikirkan, yang terpenting adalah... Apa kau bisa membuat skandal besar? "Tanya Athala sambil menutup surat kabarnya.
"Skandal apa? "
"Buat kematian Rezita Serena Athala. Ditengah keramaian seperti ini, aparat kepolisian dimanupun pasti akan disibukkan dengan memperketat keamanan percetakan uang. Jadi inilah saatnya skandal itu dibuat."
Lagi-lagi Anthonio hanya menganga tak percaya. Bagaimana bisa ia membuat skandal kematian untuk wanita dihadapannya ini? Belum lagi hanya ia dan Athala yang mengetahui kebenarannya.
"Lady, apa maksud anda? "
"Aku tidak bisa memasukkan keluargaku dalam bahaya, mafia lain serta aparat tengah mengintaiku disetip langkah, belum lagi bosmu yang kurang setuju dengan memasukkanku kedalam dunia mafia, ia beranggapan setelah melihatku, aku itu lemah. Untuk itu, buatlah skandal besar kematianku. Agar keluargaku aman dan bosmu tidak curiga. "
"Itu bisa aku lakukan, tapi kau sudah yakin dengan keputusanmu? Bosku tidak mudah ditipu. "
"Tapi aku ahlinya berbohong, kau buat skandal itu secepatnya, kita harus bergerak cepat. "
"Aku bisa menanganinya besok. Bagaimana? "
"Kerja bagus. Kau tidak meminta salah satu sampel itu? "
"Boleh aku menyimpan cap koinnya saja? "
"Untuk apa? "Tanya Athala sambil menyerngitkan keningnya bingung. Kenapa ia memilih nominal yang kecil?
"Karena apapun itu, bila sudah hilang akan terasa berharga. Itu sudah cukup. Satu sampel saja pasti harganya triliunan. "Athala mulai mengangguk dan mengambil cap uang logam di ruang rahasianya.
"Apa yang akan kau lakukan dihari-hari terakhirmu lady? "Ucap Anthonio sambil terkekeh.
"Membereskan sesuatu dan memindah kepemilikan mansion ini atas nama D lady. Aku tidak mungkin membiarkan Mansion ini diambil orang saat aku sudah mulai bekerja dengan mr. Lux. "
"Kau tidak bisa langsung memasuki Mansion besar mr. Lux, masih ada masalah. Kemungkinan kau akan masuk seminggu setelah kematianmu. "
Athala terkekeh mendengar penuturan Anthonio, ia mendengar namanya yang disebut mati. Ia akan memulai hidupnya yang baru. Athala akan lahir kembali dalam wujud yang berbeda.
"Baikhlah An, temui aku besok di toko Jack untuk memberi hasilnya. Selama seminggu aku akan bekerja ditokonya dan memulai identitas baru. Panggil aku D lady. "
"Baikhlah D, aku akan memulai pekerjaanku. Permisi. "