About Resya

747 Words
"Gak, kalo lo pindah dari sini. Gue gak mau tau, lo harus pamit kegue. "Jawab Athala diangguki Raga. "Iya, iya gak mau kemana gitu? " "Gak, udah malem gue ngantuk. Btw, gue boleh jujur gak sama lo?" "Gue-gue... Gue punya masalah kejiwaan, apa lo masih mau temenan sama gue. "Kelu Athala, sedangkan Raga nampak diam. "Gak masalah. " "Yakin... "Raga mengangguk dam mulai mengantarkan Athala kerumah. Keesokan harinya, semua kelas berlomba foto. Siapa yang terbaik mendapatkan banyak like di i********:, maka kelas itu yang menang. Raga yang sedari tadi berusaha berbicara dengan Resya. Sedangkan gadis itu diam dan acuh. Athala yang diantara mereka bingung. Antara ingin membantu, tapi bagaimana?Belum selesai dengan pergulatang fikirannya, Athala yang tengah duduk dikursi panjang dihampiri teman-teman perempuan lainnya. "Thal, lo gak takut dicolek-colek sama Raga? Raga itu kan playboy. Belum lagi suka grayang-grayang tubuh. "Tanya Sari temen Athala yang polos bangsati lainnya. Alim tapi munafik! Setelah melihat Athala yang sempat di kelitik Raga di pinggangnya. Athala menatap gadis itu tak suka. "Raga itu gak akan aneh-aneh kalo lo gak mancing, semakin lo bersikap jijik. Maka semakin seneng tu bocah buat jadiin lo bonekanya. " "Ya abis gimana lagi, gue takut di grepe-grepe sama dia. " "Ck, tinggal lo tabok apa susahnya. Kalo dia kelewatan sama gue, pernah gue tampar. Resya, sekali dicolek sama dia langsung di tonjok. Nah, kalian? Mana pembelaannya? Teriak? Nada lo kaya seneng aja. Ikhlas digrepe-grepe. "Ucap Athala sakrastis. "Lo boleh mandang kita gak bener, bad and trouble. Tapi kita sekawan, bukan saling menjatuhkan. "Ucap Athala meninggalkan kerumunan para lambe turah,lalu ia duduk kembali ke bangkunya dan menenggelamkan diri. "Bangke jasadnya kemana? "Gumam Athala didengar Resya. "Belakang. Tiduran. " "Ck, dipanggil BK langsung tidur lagi. " "Kadang mereka tidur bukan tidur beneran, mereka tidur hanya untuk melepaskan bebannya sementara. "Athala yang ikut kesindir, mengangguk dan mengangkat jempolnya. "Hmmm, mungkin ini saatnya lo tau gue, Thal. " Athala mendongakkan kepalanya dan duduk diatas meja seperti kesukaannya. Lain dengan Resya yang duduk di bangkunya dengan kaki orang makan diwarung. “Thal, gue gak tau abis ini lo mau temenan sama gue apa enggak. Yang jelas gue mau ngasih tau lo semuanya. Gue sembunyiin ini karena gue trauma, gue pernah dibully sekelas waktu SMP. Dan rasanya gak enak, lo kaya gak dianggap sama sekali."Sedih Resya. "Gue siap, apapun. Gue bukan tipe cewek yang gak solid. Gue tetep Setia ma lo. "Dukung Athala sambil tersenyum. "Ck, gue bukan seperti yang lo kira. Gue bantuin Raga karna emang nasib gue dulu sama kaya dia, gue pernah minum juga. Bahkan, dikantor polisi nama gue udah dicantum disana. Lagian gue pernah masuk BK berkali-kali gara-gara nglabrak orang, nyemir rambut, bolos dan lainnya. Terlebih ini. "Tunjuk Resya dilengan kanannya. Nampak luka bakar mengering disana. Athala yang mendengar ceritanya cukup kelu, namun tak gentar sekalipun dengan ucapan Resya. Minum? Gue ngrokok. So... Athala masih bingung setelah Resya kembali menutup lengannya dengan seragam. "Ini bekas tatto. Gue sering takut kalo lengan gue dibuka. Gue kadang minta bantuan Raga. Tapi sekarang-" "Widih, gila. Terkupau gue. Lalu apa? Cuma gara-gara Raga selalu gak dengerin elo jadi hubungan kalian begini?" "Kalo hubungannya dengan itu, gue gak masalah. Tapi kelakuan dia yang diatas kemampuan gue yang bikin gue angkat tangan. Seumur hidup gue, gak ada yang kelewat kaya dia. " "Jadi intinya sama saja. Beban yang ada serta masalah yang kita hadapi berasal dari satu rasa, KETIDAK MAMPUAN. Gue punya depresi, asal muasalnya dari situ. Gue tertekan dengan semua masalah yang timbul, karena apa? Ketidak mampuan gue yang saat ini masih sekolah." "Terus? "Minat Resya. "Rasa ketidak mampuan mencari uang sebab gue masih sekolah, sedangkan keluarga gue butuh banget namanya uang. Mereka berkeluh kesah hingga rasanya tercekik. Lo mundur karena rasa ketidak mampuan menangani Raga, lo bingung untuk memulai saja. Dan masih banyak alasan dari ketidak mampuan. " "Wiiiih... Bijak banget lo hari ini. Btw, lo selalu didekat Raga. Apa lo bisa naksir sama Raga?" "Gak, gue selalu nganggep dia figur kakak. Serasa gue punya perisai tembus pandang. Emang dulu lo pernah suka? "Ledek Athala. "Dulu sih iya. Tapi dulu.... Gue suka dengan penampilan badnya pertama kali bertemu. "Athala mengangguk paham. "Entahlah, gue rasa akan ada sesuatu yang besar menanti gue diujung mata. " Resya menyerngit heran. Entah mengapa Athala benar-benar membuatnya mati penasaran. Sikapnya yang susah ditebak. Jika semua orang disekitarnya menganggap Athala yang ceria itu biasa, lain dengan Resya yang selalu menyerngit. Karena Athala akan membuat hal-hal konyol ketika ia sedang dilanda masalah, memang unik dan hanya orang terdekat yang hafal.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD