Dan benar saja, motor milik lawan Ragalah yang sampai finish duluan. Raga menghampiri Athala sambil menunduk dalam.
"Thal, gue gak bermaksud. Gue udah berusaha keras tadi. Sori... Seharusnya gue bisa ngelindungin elo. Tapi-"ucapannya tertahan ketikan tangan Athala menepuk pundaknya sambil tersenyum, bukan tersenyum tulus seperti biasa. Tapi senyum smirk andalannya. Mata hazelnya menggelap menandakan aura yang belum pernah terlihat siapapun. Athala masih Setia menelfon temannya dengan nada datar dan dingin.
"Gue gak mau tau, lo antar nitros lo yang belum pernah lo pake. Gausah banyak bacot! Nyawa gue taruhannya, cepetan ke arena balap motor. Sekalian alat bengkel."Tutupnya tanpa mendengar jawaban dari orang yang ia telfon. Sedangkan pria yang memenangkan pertandingan tadi menghampirinya penuh keangkuhan.
"Jadi? "
"Gue punya syarat, gue mau jadi milik lo. Asal lo kalahin dulu gue!" Garang Athala hingga membuat seisi gerobolan menatapnya terkejut terlebih Raga dan lawannya.
Semua menatap Athala tak percaya, dengan tubuh ramping dan wajah teduh itu menantang jagoan balap? Pria itu tersenyum remeh dan mengangguk menyetujui persyaratan Athala.
"Kasih gue waktu 15 menit. " diangguki tanda setuju. Tidak ada yang berniat meninggalkan arena balap. Mereka sangat penasaran dengan gadis itu.
Sebuah mobil Bugatti Veyron V. Seharga 45,3M. Melesat memasuki arena balap motor, salah satu race car dengan kekuatan 736kw/1001PS, dan termasuk jajaran mobil termahal dan tercepat didunia menambah decak kagum semua orang yang ada. Apa mobil itu nyasar?
Seorang gadis yang turun dan berdecak geram mencari keberadaan orang yang memanggilnya atau lebih tepatnya mengganggu tidurnya. Athala menghampiri gadis itu sambil menyengir. Lain dengan gadis itu yang menatapnya jengkel.
"Lo mau apa kesini? Bukannya tobat. "Decak gadis itu mengeluarkan alat bengkel dan sebuah kotak.
"Gue mau balapan! Harga diri gue mau dijatohin sama anjing. "Ucapnya datar sambil melangkah menuju Raga. Semua orang menatap mereka tak percaya terlebih saat Athala sedang mempreteli motor Raga dan memasangkan 2 buah nitros dibodi motor tersebut.
"Sori, Ga. Ini gara-gara lo kalah. "Ucap Athala kepada Raga namun masih sibuk membetulkan motornya.
"Iya, gak papa. Lo apain motor gue, sesuka lo. Gue gak pernah, privasi apapun ke elo. "Athala mengangguk dan mulai menaiki motor Raga dengan gagah. Senyum smirk tercetak dari gadis yang membawa mobil mewah itu.
"Gue udah lama gak nonton dia balapan... "Pekik gadis itu disamping Raga.
"Emang Athala bisa balapan? "
"Bukan balapan, tapi pembantaian. "Ucap gadis itu menggebu.
15menit saling kebut- kebutan. Athala yang selalu tertinggal satu hasta dari mobil didepannya tetap santai, sedangkan lawannya yang benar-benar kebut-kebutan.
"Finaly. "Ucap Athala didalam mobil setelah melihat garis finis tak jauh dari 200M. Athala mengegas kuat-kuat motor milik Raga lalu mengeluarkan nitros setelah berhasil menyamai lawannya.
Wossssshhh....
Motor Athala melesat jauh mencapai garis finish. Semua pandangan melongo melihat kehebatan Athala.
"Makan tuh kenalpot! "Teriak Athala melesat jauh meninggalkan lawannya.
"Gak, perjanjiannya tetap. Lo tetap jadi milik gue. "Bantah pria sombong yang namanya Stev setelah mereka menyelesaikan balapan.
Athala sudah diambang kesabarannya. Ia turun dari motornya dan berjalan menghampiri pria disamping Raga itu. Lain dengan Kharisma, gadis teman Athala yang melotot awas pada Athala setelah melihat Athala membawa helm dan tersenyum.
"Cih, pecundang! Masih gak malu kalah sama cewek?! "Sergah Athala sengit, Raga yang memandang gadis itu heran. Sosok yang sangat bawel itu ternyata sangatlah mengerikan.
"Lo maennya curang. "
"Oh. Itu namanya cerdas yu know?!"Athala maju selangkah dan menarik kerah Stev lalu diayunkannya tangan kanan yang memegang helm kuat-kuat menghantam wajah tampan pria dihadapannya.
"Mampus. "Ucap Kharisma.
"Ma, tontonannya udah abis. Gih pulang. "Kharisma mengangguk dan pergi pulang.Ditengah jalan pun, Athala berdecak mengingat Raga yang mengendarai dengan pelan.
"Ck, lambat banget sih jalannya. Keburu malem njjir. "
"Ambilin rokok gue dong ditas kresek yang lo pegang. "Athala memutar bola matanya jengah lalu menyodorkannya pada Raga. Begitu rokok menyebul kearahnya.
"s**t! Death you boys. "Geram Athala bagai kenalpot menerpa wajahnya. Dan dengan terpaksa menghirup udara dari nikotin tersebut.
"Thal kalo misalnya gue pindah, terus gak ada kabar gimana? "