"Kim, sorry ya?" Kimi yang saat itu tengah memakai skincare di kamar hotel melirik pada Bianca yang sudah santai duduk di pembaringan. Tadi tengah bermain ponsel, kini Bianca nampak menghadap ke arahnya. "Sorry for?" "Karena pengalaman cinta gue, lo jadi trauma sama sebuah hubungan. Lo jadi malas memulai hubungan sama cowok." "Enggak perlu minta maaf. Gue enggak masalah sama sekali." Kimi kembali melanjutkan kegiatannya. "Ini kan keputusan gue Bi, jadi ya enggak apa-apa." "Lo yakin enggak mau nyoba dulu? Gue kenal cowok baik banget nih, enggak pernah macem-macem dan neko-neko." "Kalau cowoknya baik, kenapa enggak lo embat aja." "Karena kami berdua saudara, ya kali gue embat dia. Tapi kalau bukan saudara sih beneran udah gue jadiin pacar. Orangnya tinggi, kacamataan, matang deh, umurn

