43. Tahan, Tahan, Tahan!

1008 Words

Mendapati smirk dari Ezra yang kini hanya berjarak kurang dari sepuluh centi di depannya, Bianca mulai panas dingin, tidak bohong, rasanya campur aduk. Apalagi kala, mata Ezra bermain nakal, menatap bibirnya lamat, menggoda. Lalu melirik mata Bianca, menggila. Lelaki itu pintar bermain. Bianca bisa tebak, meski tidak melihat masalalu diciuman mereka yang pertama, tapi ia tahu bahwa Ezra pemain. Entah berapa wanita yang pernah singgah di dalam hidupnya, yang pasti tidak satu dua. Entah apa yang sebenarnya membuat lelaki itu pada akhirnya melabuhkan hati dan kepercayaan untuk menikah pada Moma? Apa Ezra berpikir dengan menikahi wanita yang lebih tua dia bisa diayomi? "Jadi kamu mau saya cium, Bianca? Kenapa bibir manis kamu ini enggak mengatakan apapun seolah menggoda saya untuk melahapn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD