"Menikah?" Bianca menelan ludah. "Ya, kenapa Bianca?" Aditama Ivander menatap wanita yang kini nampak lusuh dan berantakan. Pasti begitu, bagaimana tidak. Apa yang menimpanya hari ini pasti berat sekali. "Saya dan Mas Ezra harus menikah?" "Apa kamu keberatan?" Bianca melirik Ezra sebelum kemudian mengembuskan napas. "Saya belum bisa memutuskan untuk hal ini dikarenakan, saya ... harus berbicara dulu dengan Mas Ezra tentang beberapa hal." "Beberapa hal seperti?" "Apakah ... kami memiliki prinsip, visi serta misi dan tujuan hidup yang sama karena saya—" "Eyang, ijinkan Ezra meyakinkan Bibi terlebih dahulu setelah ini." "Baik, Eyang mengerti. Kalau begitu, toling beritahu Eyang secepatnya keputusan yang telah kalian ambil nanti, jangan membuang waktu kalau bisa. Karena bagaimana pun,

