"Gue stress tahu enggak sih tiap deket sama lo? Gue ngerasa udah ngekhianatin Moma, gue ngerasa udah jahat banget sama Moma karena bisa-bisanya tidur sama calon bapak tiri sendiri. Gue ngerasa murahan dan gue mau mati aja. Lo enggak akan tahu setakut apa, seterpuruk apa pas gue coba meriksain kehamilan pakai testpack dan hasilnya garis dua semua?" Bianca mulai menangis kala mengingat masa-masa sulit itu. Ia benar-benar sendirian di tengah masalah yang menimpanya tiada henti. Tak ada seorang pun di sampingnya yang bisa memberikan ketenangan. Bianca tak memiliki tempat pulang, tempat cerita. Karena semua masalah ini akan menjadi lebih besar andai Bianca buka mulut kala itu. Baik kepada Moma yang biasanya senantiasa mendengarkan dan menjadi dorongannya. Pun kepada Ezra yang tak bisa diperca

