"Kenapa enggak bisa begitu?" "Kamu yang gila ternyata Bianca." Ezra menggelengkan kepala. "Kamu mau menjalani apa sebenarnya dengan saya? Ketika saya ingin memberikan pertanggung jawaban kepada kamu, kamu malah menolak." Bianca menyugar rambut sembari menjilat bibir bawah. "Tanggung jawab macam apa maksud lo? Kita enggak mungkin kayak gitu, sadar posisi. Lo mau Moma musuhin kita berdua?" "Kenapa Moma harus memusuhi kita?" "Ck, lo itu enggak ada otak atau gimana sih!?" Kalau berbicara dengan Ezra, sudah pasti emosi Bianca naik sampai ujung kepala, lelaki itu benar-benar tidak pengertian ya? Atau malah sedang berpura-pura bodoh? "Lo sadar enggak sih kita udah melampaui batas?" "Iya, sadar, that's why saya mau tanggung jawab." "Tanggung jawab yang lo maksud itu cuma bakalan merusak kead

