"Gimana hari ini gue mau ketemu sama Moma? Beneran! Gue ngerasa bersalah udah cium calon bapak tiri gue sendiri, enggak tahu dimana otak gue semalam ... aarrrgh! Gue harus gimana?!" Bianca menarik rambut depan frustasi sembari duduk dengan lutut tertekuk di sisi bawah pembaringan. Bayangan semalam melekat erat di kepalanya. Bianca tahu, apa yang telah ia putuskan malam tadi adalah dosa terbesar di dalam hidupnya. "Salah lo sendiri." "Gimana kalau kelakuan gue kebongkar? Gimana kalau Moma tahu? Gue enggak bisa memprediksi apa Mas Ezra udah ngomong atau belum ke Moma tentang ciuman kami. Bisa enggak sih gue mati aja Kim?" Kimi mengembuskan napas, Bianca yang membuat masalah, ia pula yang harus menyelesaikan semuanya dengan segala masukan. "Udahlah Bi, gue yakin Mas Ezra enggak akan bera

